Purworejo, insanimedia.id– Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, KH Ahmad Chalwani Nawawi, saat menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Disabilitas di Ponpes An Nawawi Berjan, Jumat (19/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta dan tamu undangan, Bahlil menilai KH Chalwani sebagai ulama senior Nahdlatul Ulama (NU) yang konsisten menjaga komitmen dalam dakwah, organisasi keagamaan, serta perjalanan politiknya.
“Saya mendengar cerita panjang tentang Kiai Haji Ahmad Chalwani. Beliau adalah kiai sepuh NU yang istiqamah. Istiqamah mengajarkan nilai-nilai Islam, istiqamah menghidupkan jamaah NU, istiqamah dalam tarekat hingga menjadi Ketua Umum JATMAN, dan yang lebih hebat lagi, istiqamah dalam berpolitik,” ujar Bahlil.
Bahlil menyebut keteguhan KH Chalwani sebagai teladan yang patut dicontoh. Dengan nada bercanda, ia mengatakan bahwa loyalitas KH Chalwani terhadap Partai Golkar tetap terjaga hingga saat ini.
“Sampai hari ini tidak hanya bajunya, selendang dan hatinya pun tidak pernah berubah warna. Tetap warna kuning,” katanya yang langsung disambut tepuk tangan peserta.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan bahwa dirinya sering mendengar cerita mengenai kesetiaan KH Chalwani dalam membimbing dan mendampingi kader-kader muda Partai Golkar. Ia kemudian menyelipkan candaan terkait pentingnya kader muda menjalin silaturahmi dengan para senior partai.
“Banyak cerita bahwa sampai sekarang beliau masih setia menemani junior-juniornya di Partai Golkar. Kadang-kadang juniornya agak sedikit kurang ajar karena jarang tengok seniornya. Harus sering-sering datang bertemu senior,” ujarnya yang kembali memancing tawa hadirin.
Selain memberikan apresiasi kepada KH Chalwani, Bahlil juga menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar Pondok Pesantren An Nawawi Berjan yang telah mendukung pelaksanaan MTQ Disabilitas dan menyediakan lokasi kegiatan.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kiai Chalwani dan Pondok Pesantren An Nawawi atas kesediaan menjadi tuan rumah acara ini,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil membawa kabar baik bagi pengembangan fasilitas pesantren. Setelah mengetahui bahwa pesantren telah memiliki asrama putri namun masih membutuhkan asrama putra, ia langsung meminta jajaran DPP Partai Golkar untuk membantu merealisasikan pembangunan fasilitas tersebut.
“DPP Partai Golkar akan membangun asrama putra untuk pesantren ini. Kalau bisa bulan depan sudah ditanyakan kepada Kiai konsep dan gambarnya. Kalau tempat lain kita boleh bangun, kenapa untuk Golkar yang sudah mengakar di sini tidak kita bangun?” tegasnya.
Bahlil menjelaskan bahwa pembangunan asrama putra tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi seluruh kader Partai Golkar, bukan bantuan dari individu tertentu.
“Ini bukan milik satu orang, ini milik seluruh kader Golkar. Semoga menjadi amal jariah bagi kita semua dan menjadi bekal ketika kelak mempertanggungjawabkan amal di hadapan Allah SWT,” jelas Bahlil.
Melalui komitmen tersebut, DPP Partai Golkar berencana mendukung pengembangan sarana pendidikan di Pondok Pesantren An Nawawi Berjan agar dapat meningkatkan kenyamanan para santri dalam menempuh pendidikan dan kegiatan keagamaan.







