JAKARTA, insanimedia.id — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 yang akan digelar pada 19–21 November 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menyatakan bahwa pemilihan daun kelor sebagai elemen utama logo merujuk pada peribahasa “dunia tak selebar daun kelor”. Peribahasa tersebut membawa makna filosofis bahwa dunia ini luas, sekaligus menjadi pesan moral agar masyarakat tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kegagalan.
Apresiasi MUI: Makna Sosial dan Ketahanan Pangan
Simbol sarat makna tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan. Menurutnya, filosofi daun kelor menegaskan bahwa masih banyak jalan dan peluang dalam kehidupan, serta menjadi pengingat akan pentingnya membangun pergaulan yang luas.
”Namun kita menyaksikan di masyarakat bahwa kesombongan dapat membatasi dan mempersempit pergaulan kita, padahal kita membutuhkan bantuan orang lain,” ujar Buya Amirsyah kepada MUI Digital, Ahad (13/9/2026).
Lebih lanjut, Buya Amirsyah menilai momentum Tanwir ini sangat relevan dengan upaya penguatan ketahanan pangan melalui ekosistem wakaf. Pengembangan tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki potensi besar karena kaya akan vitamin, mineral, protein, dan antioksidan.
Langkah strategis ini dinilai mampu menekan angka stunting di Tanah Air sekaligus memperkuat ekosistem halal nasional, termasuk inovasi produk berbasis kelor yang kini mulai masif dikembangkan di Palu dan sejumlah daerah lainnya.
Mendorong Optimalisasi Wakaf Produktif
Sejalan dengan ketahanan pangan, Buya Amirsyah juga mendorong agar pengelolaan aset wakaf umat tidak hanya terpaku pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan mulai diarahkan ke sektor produktif.
”Tanah yang diwakafkan tidak hanya untuk dibangun gedung perkantoran, tetapi juga untuk lahan pertanian dan perkebunan,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Muh Amin Parakkasi, menyatakan kesiapan penuh daerahnya untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar Tanwir 2026. Ia berharap momentum nasional ini turut memperkuat gerakan sosial dan ekosistem wakaf produktif di seluruh Indonesia.





