Pemkab Purworejo Alokasikan Rp4,9 Miliar untuk 87 Masjid dan Ponpes

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mendorong pengurus masjid, mushola, dan pondok pesantren meningkatkan kapasitas pengelolaan lembaga keagamaan. Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Sumber Daya Manusia (SDM) yang digelar di Pendopo Kabupaten Purworejo, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo itu diikuti pengurus dan takmir masjid, mushola, serta pondok pesantren se-Kabupaten Purworejo.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti, S.H. hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Purworejo Nur Huda, S.STP., M.IP.

Bimtek tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Purworejo dalam mendukung visi mewujudkan Purworejo yang religius. Kegiatan itu sekaligus menjadi inovasi Bagian Kesra dalam pembinaan kehidupan keagamaan serta fasilitasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bagian Kesra Nur Huda mengatakan peningkatan kapasitas pengelola lembaga keagamaan diperlukan agar pengurus mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

“Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas SDM pengelola lembaga keagamaan, agar mampu menjalankan tugas dan fungsi secara lebih profesional, tertib, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Kabag Kesra, Nur Huda.

Menurut Nur Huda, kegiatan tersebut memiliki sejumlah sasaran. Salah satunya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengurus serta takmir dalam mengelola lembaga keagamaan.

Bimtek juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan pengurus dalam mengelola dan mengoptimalkan pemanfaatan sarana maupun prasarana yang dimiliki.

“Selain itu juga untuk mendorong masjid, mushola dan pondok pesantren agar semakin aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakat. Juga meningkatkan kemampuan pengurus dalam menyusun program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Selain aspek tata kelola, Pemkab Purworejo mendorong pengurus lembaga keagamaan mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam memberikan pelayanan kepada jamaah dan masyarakat.

Baca Juga :  Polres Kebumen Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Kekeringan dan Karhutla

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah membangun jejaring dan memperkuat sinergi antara pengurus masjid, mushola, pondok pesantren, pemerintah, serta masyarakat.

Sebanyak 172 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari ketua dan pengurus 86 takmir masjid, mushola, serta pengurus pondok pesantren yang memperoleh alokasi dana hibah rehabilitasi sarana dan prasarana peribadatan serta pondok pesantren Tahun Anggaran 2026.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti menilai peningkatan kapasitas pengurus penting agar pengelolaan tempat ibadah dapat berlangsung secara tertib, aman, dan amanah.

“Bantuan yang diberikan pemerintah ini, diharapkan dapat menambah semangat dan kenyamanan jamaah dalam beribadah, sekaligus mendorong jamaah untuk semakin meningkatkan kualitas ibadahnya,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Purworejo juga menyerahkan hibah sarana dan prasarana peribadatan serta pondok pesantren secara simbolis.

Bantuan tersebut dialokasikan untuk 87 tempat peribadatan dan pondok pesantren dengan total nilai mencapai Rp4,9 miliar.

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung kegiatan ibadah, pembinaan keagamaan, serta memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat. Mari kita bersama-sama memakmurkan tempat-tempat peribadatan, sehingga kehidupan keagamaan semakin kuat dan masyarakat Purworejo semakin religius, guyub, dan rukun,” pungkas Bupati.