Perlindungan Terhadap Mental Perempuan, PNM Mekaar Beri Bimbingan Psikologi

Ridwan

Blitar, insanimedia.id – Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar tidak hanya memberikan solusi permodalan bagi warga atau pelaku usaha. Sebagai bentuk kepedulian, PNM Mekaar juga memberikan bantuan psikologi bagi kaum perempuan khususnya bagi para nasabah.

Melalui Program Ruang Puan Berbicara PNM Humanity, PNM juga ingin mendengarkan keluhan keadaan sosial kaum perempuan. PNM ingin mendekatkan diri dan saling berbagi dengan masyarakat khususnya kaum perempuan. “PNM Mendengar yang tak terucap, Merayakan yang tak terlupakan”.

Elsa Anggraini Gunawan, Manajer Mekaar Regional PNM Blitar mengatakan, bahwa yang melatari belakangi program ini adalah 100 persen nasabah Mekaar adalah kau perempuan. Tidak hanya itu, untuk pegawai di PNM Mekaar juga didominasi perempuan, yakni 75 persen.

Elza menjelaskan, bahwa keadaan sosial masyarakat sekarang ini, butuh sentuhan-sentuhan untuk memahami kaum perempuan. “Sekarang ini banyak sesuatu hal yang terjadi pada kaum perempuan, sehingga butuh konseling agar mereka memahami diri mereka sendiri,” ungkapnya, di salah satu Hotel di Kota Blitar, Sabtu (08/11/2025).

Sebagai lembaga yang menyalurkan bantuan dana, PNM tidak hanya ingin memberikan bantuan modal, namun juga modal intelektual dan modal sosial. Kegiatan ini salah satu bentuk bantuan modal intelektual kaum perempuan.

Para Peserta Program Ruang Puan Berbicara PNM Humanity
Para Peserta Program Ruang Puan Berbicara PNM Humanity

“Mungkin perempuan banyak masalah yang terpendam selama ini belum tersalurkan, bahkan tidak tahu bagaimana cara menyalurkannya (masalah),” ungkap wanita berhijab ini.

Adanya kegiatan ini, Ia berharap perempuan khususnya nasabah dan karyawan mampu menyelesaikan persoalannya secara mandiri.

PNM Mekaar berharap dengan mental yang baik dan melalui bimbingan usaha yang selama ini sudah dijalankan dapat meningkatkan usaha para nasabah. Bila sebelumnya para pelaku usaha ini masih dalam kategori usaha ultra mikro dapat meningkat menjadi usaha mikro.

Baca Juga :  DP3AP2KB Kota Blitar Siapkan Pendampingan Psikologis bagi Anak Terlibat Aksi

Sementara itu, kegiatan ini mendatangkan narasumber Jayaning Sila A. M.Psi. Selain praktisi yang bersertifikat, Ia dosen di Universitas Trunojoyo Madura.

Jayaning menekankan persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Negara tidak membedakan antara hak dan kewajiban baik laki-laki dan perempuan di Indonesia.

“Setiap warga negara dijamin untuk persamaan mendapatkan perlindungan baik mental dan sosial oleh negara,” ungkapnya saat memberikan materi.

Jayaning menekankan bagaimana kaum perempuan mencari bantuan saat terjadi masalah baik di dalam keluarga dan lingkungan. “Psikiater akan menjaga rahasia dari orang yang mencari pertolongan,” tegasnya.(Oby/Rid)