Kebumen, insanimedia.id – Polres Kebumen memperkuat edukasi literasi kecerdasan buatan (AI) kepada kalangan pelajar. Sebanyak 341 siswa kelas 10 SMA Pejagoan mengikuti pelatihan AI yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Polres Kebumen Paham AI. Melalui program ini, personel kepolisian mendapatkan pembekalan sebagai trainer untuk mengajarkan pemanfaatan AI secara produktif, etis dan bertanggung jawab kepada para pelajar.
Senopati Institut menaungi program tersebut dengan menggandeng Polda Jawa Tengah. Pelatihan tidak hanya mengenalkan cara memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga membahas berbagai risiko penyalahgunaan, seperti pembuatan informasi palsu hingga konten yang berpotensi merugikan pihak lain.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan perkembangan teknologi AI membuat masyarakat semakin mudah menghasilkan berbagai jenis konten. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diimbangi kemampuan generasi muda dalam menyaring serta memastikan kebenaran informasi yang diterima.
“AI memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membuat informasi palsu, manipulasi gambar, suara, maupun video. Karena itu, para siswa perlu memahami bukan hanya cara menggunakan AI, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” kata AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Ia menjelaskan persoalan AI tidak sebatas kemampuan menggunakan teknologi. Penggunaan AI secara tidak bertanggung jawab dapat memunculkan dampak sosial maupun konsekuensi hukum, terutama jika digunakan untuk melakukan penipuan, mencemarkan nama baik, menyebarkan informasi palsu atau merugikan orang lain.
Dalam pelatihan tersebut, siswa mempelajari etika pemanfaatan AI, teknik memeriksa informasi, cara mengenali hoaks dan deepfake, serta penggunaan AI sebagai alat pendukung proses belajar.
Trainer memberikan materi melalui beberapa tahapan. Peserta mengikuti pre-test terlebih dahulu, kemudian menerima materi pembelajaran, lalu mengerjakan post-test. Sejumlah materi yang diberikan meliputi Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, dan AI Prompts 101.
Polres Kebumen akan melanjutkan pelatihan tersebut ke sekolah lain. Petugas menjadwalkan kegiatan secara bergiliran setiap pekan sehingga edukasi mengenai penggunaan AI dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Kabupaten Kebumen.
Program tersebut menjadi salah satu langkah kepolisian untuk menghadapi perubahan pola penyebaran informasi. Ketika teknologi dapat menghasilkan konten yang terlihat meyakinkan dengan semakin mudah, masyarakat juga perlu meningkatkan kemampuan untuk memeriksa dan memastikan kebenaran informasi.
“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi pengguna AI. Mereka harus menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan memahami batasan dalam penggunaannya,” ujar Kapolres.







