Sebanyak 9.118 KPM di Kemiri, Purworejo Terima Bantuan Beras Tiga Bulan

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Purworejo mulai menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus. Penyaluran bantuan pemerintah bersama Perum BULOG tersebut berlangsung di Desa Bedono Pageron, Kecamatan Kemiri, Jumat (25/9/2026).

Bantuan beras yang disalurkan mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran turut dihadiri Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait.

Kepala Pimpinan Cabang BULOG Magelang Muhammad Ihsan Suraadilaga mengatakan, setiap penerima bantuan pangan (PBP) memperoleh total 30 kilogram beras. Jumlah tersebut merupakan akumulasi jatah tiga bulan.

“Untuk satu penerima mendapatkan 30 kilogram karena ini untuk penyaluran Juli, Agustus, September,” kata Muhammad Ihsan.

Ia menyebut jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Purworejo mencapai sekitar 103 ribu PBP. Khusus Kecamatan Kemiri, penerima mencapai sekitar 9.118 PBP. Sementara di Desa Bedono Pageron terdapat sekitar 262 PBP yang menerima bantuan.

Menurut Muhammad Ihsan, bantuan pangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli sekaligus menekan harga beras dan mengendalikan inflasi.

“Ini merupakan salah satu perhatian pemerintah kepada masyarakat yang kurang mampu dalam hal pangan. Masyarakat yang membutuhkan pangan tidak perlu membeli beras. Selain itu juga untuk menekan harga beras di pasaran dan menekan inflasi,” jelasnya.

 

Wajib Tepat Sasaran

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan penyaluran bantuan pangan harus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar masuk dalam kriteria penerima. Data penerima mengacu pada ketentuan Kementerian Sosial, khususnya kelompok desil 1 hingga desil 4.

Baca Juga :  Hore, Jembatan Merah Putih Presisi Buka Akses Wlingi-Selopuro

“Bantuan pangan ini sesuai arahan Bapak Presiden, harus betul-betul diberikan kepada yang berhak. Tidak boleh salah sasaran dan harus tepat sasaran sesuai dengan yang ditentukan oleh Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dalam proses pengambilan bantuan, penerima diwajibkan membawa surat undangan yang disampaikan melalui pemerintah desa. Petugas kemudian melakukan pencocokan data penerima dengan daftar yang tersedia serta barcode atau QR code melalui aplikasi penyaluran.

“Setelah difoto, sudah clear and clean, baru bantuan bisa diserahkan kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Ahmad Rizal memastikan program bantuan pangan tersebut direncanakan terus berlangsung hingga Desember 2026. Artinya, penerima manfaat masih berkesempatan memperoleh bantuan untuk alokasi tiga bulan berikutnya.

“Jadi masyarakat masih dapat lagi bantuan untuk tiga bulan ke depan. Harapan kami masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu, karena dengan situasi musim panas ataupun El Nino yang berkepanjangan, pemerintah memberikan stimulus bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya desil 1 sampai desil 4,” katanya.

 

BULOG Libatkan Ojol

Dalam kegiatan penyaluran di Bedono Pageron, BULOG juga memberikan perhatian kepada pengemudi ojek online (ojol). Ahmad Rizal mengatakan keterlibatan ojol menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki peran dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

“Setiap kami berkunjung ke daerah-daerah, baik kami sendiri maupun Bapak Kepala Bapanas, Pak Mentan, maupun pejabat-pejabat Bulog, pasti melibatkan saudara-saudara kita dari ojol. Karena ojol juga perlu perhatian,” ujarnya.

Di sisi lain, Ahmad Rizal menyampaikan kondisi stok beras BULOG. Hingga saat ini, penyerapan gabah petani yang setara dengan beras telah mencapai sekitar 4 juta ton.

Meski capaian tersebut telah memenuhi target penyerapan yang diberikan, BULOG tetap diminta melanjutkan penyerapan gabah petani hingga penghujung 2026.

Baca Juga :  Pemkot Siapkan Ojek Pangkalan Terima Berbagai Orderan

“Walaupun sudah mencapai 100 persen dari tugas yang diberikan sesuai Inpres, kami tetap diperintahkan untuk menyerap gabah-gabah petani,” katanya.

Salah seorang penerima bantuan, Rukiman, warga Desa Bedono Pageron, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Ia berharap bantuan pangan dapat terus dilanjutkan pada periode berikutnya.

“Ini sangat bagus untuk membantu rakyat kecil. Semoga bantuan ini akan berlanjut untuk periode berikutnya,” ujar Rukiman.

Muhammad Ihsan berharap penyaluran bantuan pangan dapat terus berlangsung hingga Desember 2026. Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, program tersebut diharapkan ikut menjaga stabilitas harga beras di tingkat masyarakat.