Blitar, insanimedia.id –
Perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE di Vihara Semanggi Jaya, Kota Blitar, berlangsung khidmat dan sarat makna. Umat Buddha memanfaatkan peringatan Waisak tahun ini sebagai sarana memperdalam spiritualitas sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Samanera Yutak Ratu dari Sangha Theravada Indonesia menyampaikan bahwa tema Waisak tahun ini, Menapaki Jalan Tengah, Bersumbangsih bagi Negeri, mengajak umat Buddha untuk mengimplementasikan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, umat tidak cukup hanya menjalankan ibadah, tetapi juga perlu menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Sebagai umat Buddha, kami tidak hanya meningkatkan spiritualitas, tetapi juga bagaimana bisa berkontribusi bagi masyarakat. Bentuknya bisa melalui kegiatan sosial, seperti membersihkan makam, tabur bunga di taman makam pahlawan, hingga mengunjungi para lansia,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dari nilai-nilai Waisak. Melalui berbagai kegiatan sosial, umat Buddha diharapkan mampu mempererat kebersamaan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Di sisi lain, Kepala Kementerian Agama Kota Blitar Kanzul Fathon mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momen introspeksi dan penguatan nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
“Waisak dapat dimaknai sebagai refleksi diri. Melalui peringatan ini kita diingatkan untuk meningkatkan cinta kasih, membersihkan hati dari hal-hal yang tidak baik, serta berupaya mengendalikan diri dari berbagai hal negatif,” katanya.
Kanzul menegaskan bahwa setiap individu perlu mengisi kehidupan dengan berbagai aktivitas yang membawa manfaat. Ia berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perayaan Waisak dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, serta penuh kepedulian terhadap sesama.







