Wushu Jawa Timur Jaring Atlet Potensial di Kediri, Persiapkan Kekuatan Menuju PON 2028

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Jawa Timur melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) melakukan safari ke kota dan kabupaten di Jawa Timur guna menjaring atlet-atlet potensial. Kota Kediri menjadi salah satu titik pantau utama dalam upaya pemenuhan kebutuhan atlet Pusat Latihan Daerah (Puslada) menyongsong PON XXII 2028 di NTT dan NTB.

” Hari ini kita programnya dari Binpres Wushu Jawa Timur, Cici Erli dan memang ada program untuk keliling di kota kabupaten.Yang notabene untuk mencari atlet Puslada guna memenuhi kebutuhan di persiapan PON di NTT dan NTB, “terang Dedi Setiyawan Priambodo selaku Pelatih Kepala Wushu Kota Kediri Minggu 10 Mei 2026.

Lebih lanjut untuk saat ini dirinya merasa bersyukur karena ada satu atlet yang sudah bergabung di tim Puslada dan satu atlet lainya sebagai pelapis kedua.

” Wushu Kota Kediri di Santa khususnya selalu memberikan atlet di tim Santa Wushu Jawa Timur. Even Kejuprov kemarin allhamdulilah kita juara umum kedua dengan hanya mengirim 8 atlet on the track semua berjalan lancar semuanya terprogres. Kemarin kita agak terpeleset dikit kita dapat 1 emas 3 perak 3 perunggu, Berikutnya di Surabaya kita akan bekerja lebih keras lagi, ” ujarnya. Masih kata Dedi Setiyawan Priambodo saat ini Puslakot berjalan lancar, diikuti 15 atlet lapis kedua 30 atlet.Pengurus Pengprov Wushu Jatim

Sementara itu Wakil Ketua Umum III Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Wushu Provinsi Jawa Timur sekaligus Kepala Pelatih Wushu Sanda dan Taulo Sherlie hoediono menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari program strategis untuk memperkuat sektor Sanda (tanding) yang selama ini dinilai masih perlu mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Tak Terkalahkan, Inter Kediri juga Tak Lolos Fase 32 Besar Putaran Nasional Liga 4

Menurutnya persiapan tahun ini berbeda dengan periode sebelumnya. Persiapam kali ini dilakukan lebih awal dengan melibatkan tenaga ahli internasional.

“Kita mendatangkan pelatih asing langsung dari China. Sang Laoshi (pelatih) turun langsung mengecek atlet di daerah-daerah seperti Surabaya, Kediri, dan Sidoarjo untuk melihat atlet yang memiliki kelebihan teknis dan potensi besar,” ungkapnya

Langkah ini diambil agar Jawa Timur tidak lagi memulai persiapan di saat-saat terakhir menjelang kompetisi. Puslada Sanda diproyeksikan berjalan jangka panjang sejak akhir tahun lalu hingga tahun 2028 mendatang.

” Yang Santa ini kalau di Indonesia di wilayah Jawa Timur termasuk lumayan tertinggal. Itulah salah satu alasan kita mulai dari awal kita datangkan pelatih asing. Harapanya waktu pelaksanaan PON dan Pra PON kita memiliki prestasi yang bagus. Targetnya Wushu Santa di PON 2028 dapat prestasi yang lebih baik dari tahun kemarin,” jelasnya

Dengan persiapan yang matang dan pemantauan langsung dari pelatih asing, Wushu Jawa Timur optimistis dapat memperbaiki peringkat dan mendulang lebih banyak medali pada PON 2028 mendatang.