BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar resmi memulai rencana pembangunan gedung asrama mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Proyek strategis dengan estimasi anggaran tahap pertama mencapai Rp 20 miliar ini bertujuan untuk memperkuat karakter Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) bagi para mahasiswa.
Pembangunan fasilitas ini dilatarbelakangi oleh visi besar untuk menjadikan universitas sebagai pusat pembinaan kader. Melalui sistem asrama, mahasiswa pada semester-semester awal akan mendapatkan pengawalan intensif, baik secara akademik maupun spiritual.
Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, mengungkapkan bahwa konsep asrama ini merupakan upaya konkret memfasilitasi mahasiswa agar memiliki karakter yang khas. “UNU memfasilitasi para mahasiswa untuk dibuatkan asrama sehingga pembinaan sekaligus pengawalan mahasiswa untuk memiliki ruhul jihad dan karakter Aswaja dapat terlaksana,” ujar Muqorrobin saat ditemui di Blitar, Sabtu (09/5/2026).
Rencana ini mendapat respons positif dari para donatur dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Pada tahap pertama, anggaran sekitar Rp 20 miliar dialokasikan untuk membangun gedung yang representatif. Desain arsitektur bangunan nantinya akan menyesuaikan kebutuhan ganda, yakni sebagai hunian mahasiswa sekaligus tempat perkuliahan yang fungsional.
Mengenai teknis pembangunan, fokus awal terletak pada blok asrama mahasiswa putri. Lokasi ini dipilih karena dinilai paling mendukung secara lingkungan. Bangunan utama direncanakan memiliki luas 24 x 13 meter dengan struktur minimal tiga lantai.
”Luasan bangunan untuk blok santri putri kemarin sempat diukur 24 x 13 meter, minimal lantai 3. Ada sisa tanah di belakang untuk infrastruktur penunjang seperti sanitasi, dapur, dan kamar mandi yang sudah sesuai dengan standar asrama pesantren dari pemerintah,” lanjut Muqorrobin.
Kehadiran asrama ini diharapkan mampu menghasilkan output lulusan yang mumpuni secara intelektual namun tetap tuntas dalam urusan akidah. PCNU Blitar menargetkan mahasiswa UNU memiliki identitas yang melekat, apa pun disiplin ilmu yang mereka tekuni, mulai dari arsitektur hingga teknokrasi.
”Di pos mana pun mereka berada nanti, mahasiswa akan tetap punya identitas. Inilah output dan outcome dari UNU Blitar yang menjadi impian ideal para masyayikh dalam membekali kader-kader NU di masa datang,” tegasnya.







