Blitar, insanimedia.id – Kota Blitar memiliki situs candi yang sampai saat ini belum terbuka keseluruhan. Candi Gedog yang ada di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan ini disinyalir lebih besar dibanding dengan seluruh candi yang ada di Jawa Timur.
Rencana ekskavasi lanjutan Situs Candi Gedog di Kota Blitar dipastikan belum bisa direalisasikan tahun depan. Pemerintah Kota Blitar harus melakukan penyesuaian program imbas kebijakan efisiensi anggaran akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Rike Rochmawati, membenarkan bahwa penundaan tersebut tak terhindarkan. Ia menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hanya menghambat lanjutan penggalian, tetapi juga berdampak pada rencana pelebaran lahan untuk pengembangan kawasan situs.
Menurutnya, dengan situasi anggaran yang terbatas, aktivitas ekskavasi masih akan berfokus di area sekitar kolam lokasi yang sebelumnya digunakan dalam penggalian tahap awal.
“Saat ini kami memaksimalkan lahan yang tersedia sambil menunggu pembahasan lanjutan mengenai kebutuhan anggaran dan tahapan teknis berikutnya,” terang Rike, Minggu (30/11/2025).
Di tengah penundaan ini, pemerintah tetap memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan Candi Gedog. Salah satunya dengan melanjutkan sewa lahan milik warga yang terdampak ekskavasi sebelumnya. Langkah tersebut diambil agar rencana pengembangan situs tidak terhenti dan ruang kerja di lapangan tetap terjaga.
Rike menyampaikan bahwa pihaknya terus mempersiapkan pemetaan teknis, administrasi, serta kebutuhan pendukung lainnya.
“Harapannya, ekskavasi dapat segera dilanjutkan segera setelah kepastian alokasi anggaran tersedia dan seluruh tahapan teknis disetujui,”
Penundaan ini menjadi perhatian karena Candi Gedog memiliki nilai sejarah penting dan tengah didorong sebagai salah satu destinasi budaya Kota Blitar.







