Purworejo, insanimedia.id — Beberapa bulan ini udara dingin kerap merasuk hingga dalam sendi tulang. Pada saat bintang-bintang sudha mulai berhamburan, dinginya malam kian menggigit setiap orang yang tengah beraktivitas di luar. Begitu pula suasana di tengah-tengah riuh dan ramainya Alun-alun Kutoarjo, Purworejo,
Suasana Alun-Alun Kutoarjo yang ramai oleh warga yang bercengkrama dengan menghabiskan waktu bersama keluarga. Mereka tidak hanya sekadar untuk menguatkan keakraban, namun juga untuk menghangatkan suasana di tengah kondisi bediding (musim dingin) yang melanda wilayah Jawa.
Di tengah bertaburan bintang-bintang di angkasa, ada kerlap-kerlip lampu yang turun dari atas menghiasi Alun-alun Kutoarjo. Seorang anak tengah melontarkan baling-baling yang dilengkapi dengan lampu sebagai penanda saat baling-balingya sudah turun.
Ya..namanyaWildan, siswa kelas 6 SD asal Desa Pringgowijayan, Kutoarjo. Ia mencoba untuk menerobos keramaian dna kepadatan Alun-alun Kutoarjo. Bukan tanpa alasan, Ia berkeliling menembus dinginya malam dan embun yang mulai berdatangan.
Wildan seorang pelajar kelas 6 SD ini nekad menjajakan kitiran lampu LED. Warna merah, kuning, biru akan nampak berkedip-kedip saat turun dari udara menembus udara. Lampu ini nampak menarik bagi anak-anak seusia Wildan.
Namun jalan berbeda justru diambilnya. Ia malah memilih mengais rezeki dari kitiran yang ia jajakan. apalagi mainan kitiran dengan lampu LED ini menjadi salah satu pilihan hiburan bagi anak-anak yang datang bersama orang tua mereka ke Alun-Alun Kutoarjo.
Tidak ada rasa malu bagi Wildan untuk terus berkeliling menjual barang dagangannya. Meski tidaklah banyak kitiran yang ia jual malam itu, setidaknya ia mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk menyambung hidup bersama keluarganya.
Ia mengaku baru berhasil menjual enam kitiran. Saat malam panjang Wildan biasanya mampu menjual kitiran dalam jumlah yang lebih banyak. “Biasanya lebih ramai saat malam Minggu dan hari libur. Kalau malam Minggu sama hari libur biasanya lebih ramai,” kata Wildan, Sabtu malam, (15/08/2026).
Kitiran lampu LED tersebut dijual Wildan dengan harga Rp15 ribu per buah. Menariknya, mainan itu dibuat sendiri oleh Wildan bersama bapaknya. “Saya membuat sendiri sama bapak,” tegasnya dengan wajah polos.
Wildan dan bapaknya kemudian berjualan di sekitar Alun-Alun Kutoarjo, meski berada di tempat yang terpisah. Bagi Wildan, berjualan menjadi salah satu cara untuk membantu orang tua sekaligus menambah uang saku.
“Saya jualan untuk membantu orang tua dan menambah uang saku,” tuturnya.
Meski masih duduk di bangku kelas 6 SD, Wildan sudah belajar mengenal usaha sejak dini. Ia tidak hanya membantu menjual, tetapi juga ikut membuat kitiran bersama sang bapak.
Sederhana, namun penuh makna. Dari sebuah kitiran lampu LED seharga Rp15 ribu, Wildan belajar tentang kerja keras, kreativitas, membantu keluarga, sekaligus mengenal dunia usaha sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.







