Blitar, insanimedia.id — Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Blitar berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan pil LL yang disembunyikan di dalam makanan saat layanan kunjungan berlangsung, Selasa (17/3). Pil tersebut ditemukan tersembunyi dalam kotak nasi yang dibawa oleh salah satu pengunjung.
Petugas menemukan barang terlarang tersebut saat melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan para pengunjung. Tim keamanan dan ketertiban bersama petugas Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) mencurigai isi makanan yang dibawa seorang pengunjung.
Petugas kemudian memeriksa kotak nasi tersebut secara lebih teliti. Hasilnya, petugas menemukan ratusan butir pil yang diduga pil LL tersembunyi di dalam nasi. Pil tersebut diduga akan diserahkan kepada warga binaan yang menjalani kasus narkotika.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Blitar, Fathah Dien Akbar, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan cara tersebut untuk mengelabui petugas pemeriksa.
“Modusnya dengan mencampurkan pil ke dalam makanan agar tidak terdeteksi. Namun petugas kami melakukan pemeriksaan secara teliti sehingga bisa ditemukan,” ujarnya, Kamis (19/3).
Fathah juga menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terkait temuan tersebut. Ia mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan warga binaan yang memesan barang tersebut untuk diedarkan di dalam lapas.
“Masih kami dalami, termasuk kemungkinan adanya jaringan di dalam yang memesan barang ini,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Blitar, Romi Novitrion, menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan, khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri karena intensitas kunjungan diperkirakan meningkat.
“Menjelang Lebaran, intensitas kunjungan meningkat, sehingga pengawasan kami perketat agar tidak ada celah masuknya barang terlarang,” tegasnya.
Romi juga memberikan apresiasi kepada petugas yang dinilai sigap dan teliti dalam mendeteksi metode penyelundupan yang tidak biasa tersebut.
“Ini bukti bahwa petugas bekerja sesuai prosedur dan memiliki kepekaan dalam membaca potensi gangguan keamanan,” katanya.
Saat ini, pihak Lapas Blitar telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri asal-usul pil LL tersebut. Petugas juga telah mengamankan seluruh barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.







