BLITAR, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar mendorong penghematan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui kebijakan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, memberikan contoh dengan menggunakan becak listrik sebagai sarana transportasi menuju kantor.
Pemerintah menerapkan langkah ini sebagai tindak lanjut imbauan pemerintah pusat dalam meningkatkan efisiensi energi di sektor pemerintahan. Selain itu, Pemkot Blitar juga memperkenalkan becak listrik sebagai inovasi transportasi ramah lingkungan bagi ASN.
Elim Tyu Samba menjelaskan bahwa penggunaan becak listrik berasal dari bantuan 200 unit yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Kota Blitar. Pemerintah kini memanfaatkan bantuan tersebut tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk menunjang kegiatan dinas.
Ia menilai kondisi wilayah Kota Blitar yang relatif kecil dan minim tanjakan mendukung penggunaan becak listrik sebagai transportasi harian. Moda ini dinilai hemat energi, praktis, dan nyaman untuk perjalanan jarak dekat.
“Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, becak listrik ini sangat memungkinkan untuk digunakan ke kantor. Selain efisien, ini juga memberikan dampak ekonomi bagi para pengemudi,” ujarnya.
Elim menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan ajakan nyata kepada ASN agar beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Selain becak listrik, pemerintah juga mendorong ASN menggunakan sepeda atau berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Kota Blitar berharap kebijakan ini mampu mengurangi penggunaan kendaraan dinas berbahan bakar minyak sekaligus menekan anggaran operasional. Di sisi lain, meningkatnya penggunaan becak listrik diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi becak di Kota Blitar.
“Ini bukan hanya soal penghematan BBM, tapi juga bagaimana kita bisa berbagi manfaat dengan masyarakat. Harapannya, kebiasaan ini bisa diikuti oleh ASN lainnya,” pungkasnya.







