Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Blitar resmi memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada Senin (15/6/2026). Kegiatan pendataan tersebut akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.488 petugas yang bertugas menjangkau berbagai sektor usaha dan potensi ekonomi di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Kepala BPS Kabupaten Blitar, Siti Anni Marifah, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap satu dekade sekali untuk memperoleh data lengkap mengenai kondisi perekonomian daerah.
“Hasil sensus ini akan terlihat bagaimana struktur ekonomi Kabupaten Blitar, sektor usaha yang berkembang, hingga potensi ekonomi baru yang muncul di berbagai wilayah,” ujarnya usai Apel Siaga Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Alun-Alun Kabupaten Blitar, Senin (15/6/2026).
Menurut Siti Anni, masyarakat memegang peran penting dalam menyukseskan pelaksanaan sensus. Ia meminta warga menerima kedatangan petugas dan memberikan informasi yang benar sesuai keadaan di lapangan agar data yang terkumpul memiliki tingkat akurasi yang tinggi.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan,” katanya.
BPS Kabupaten Blitar juga menjamin keamanan seluruh informasi yang diberikan responden. Data tersebut hanya akan dimanfaatkan untuk kepentingan statistik dan tidak digunakan di luar kebutuhan pendataan resmi.
Siti Anni mengingatkan masyarakat untuk memastikan identitas petugas sebelum memberikan keterangan. Petugas sensus yang bertugas di lapangan telah dibekali atribut resmi sebagai tanda pengenal.
“Petugas kami menggunakan rompi, name tag, dan membawa surat tugas resmi saat melakukan pendataan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Data yang akurat dan jujur akan membantu pemerintah menyusun berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, hingga upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.







