Blitar, insanimedia.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6) mengejutkan sejumlah masyarakat. Banyak pengguna mengaku baru mengetahui adanya perubahan harga saat melakukan pengisian bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax meningkat dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Dengan demikian, harga BBM tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.
Salah seorang pengguna Pertamax, Suma, mengaku terkejut saat mengisi bahan bakar pada Rabu pagi. Ia mengatakan tidak menerima informasi sebelumnya terkait kenaikan harga tersebut sehingga baru mengetahui perubahan tarif ketika menyelesaikan pembayaran di SPBU.
Menurut Suma, kenaikan harga itu cukup memengaruhi jumlah bahan bakar yang diperoleh konsumen. Ia mencontohkan bahwa dengan uang Rp35 ribu yang biasa digunakan untuk membeli Pertamax, kini volume bahan bakar yang didapat lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Suma menjelaskan bahwa sebelum harga naik, nominal tersebut masih mampu menambah indikator bahan bakar kendaraan dengan lebih banyak. Namun setelah penyesuaian harga berlaku, jumlah yang sama hanya mampu menambah bahan bakar lebih sedikit hingga berkurang sekitar satu strip pada indikator kendaraan.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU menjelaskan bahwa pihaknya menerima pemberitahuan mengenai perubahan harga sekitar pukul 23.00 WIB pada Selasa (9/6) malam. Setelah menerima instruksi tersebut, petugas langsung menyesuaikan sistem harga yang mulai diterapkan pada Rabu dini hari.
Petugas itu menegaskan bahwa SPBU hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan dan menerapkan harga terbaru sesuai arahan yang diterima dari pihak terkait.
Kenaikan harga Pertamax pada 10 Juni menjadi perhatian banyak konsumen karena pemberlakuannya dianggap berlangsung dalam waktu yang singkat. Selain merasa kurang mendapatkan informasi sebelumnya, masyarakat juga merasakan dampak langsung berupa berkurangnya volume BBM yang diperoleh meski menggunakan nominal pengisian yang sama. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi pengeluaran harian pengguna kendaraan.







