180 Ribu Warga Kabupaten Blitar Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng Program Bantuan Pangan Nasional

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat berupa beras dan minyak goreng. Di Kabupaten Blitar, program tersebut menyasar sebanyak 180.045 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dan ditargetkan tuntas sebelum akhir Juni 2026.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa pemerintah menjalankan program bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat tetap terpenuhi.

Menurut Maino, setiap penerima bantuan akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter Minyakita setiap bulan. Pemerintah menyalurkan bantuan untuk dua bulan sekaligus sehingga setiap penerima akan mendapatkan total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

“Setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan,” ujar Maino.

Maino menambahkan, pemerintah menyalurkan bantuan tersebut secara nasional kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Selain berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial, program bantuan pangan juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di tengah berbagai dinamika ekonomi.

Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyebut jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Blitar mencapai 180.045 keluarga berdasarkan data yang telah ditetapkan pemerintah.

Dengan jumlah penerima tersebut, Bulog harus menyalurkan sebanyak 3.600.900 kilogram atau setara 3.600,9 ton beras serta 720.180 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.

“Untuk Kabupaten Blitar terdapat 180.045 PBP dengan total bantuan 3.600,9 ton beras dan 720.180 liter minyak goreng,” kata Yonas.

Baca Juga :  Petani di Sruweng Kebumen Meninggal Tersambar Petir Saat Panen Padi

Yonas menjelaskan bahwa Bulog telah menyiapkan stok dan sistem distribusi guna memastikan proses penyaluran berjalan lancar. Bulog mendistribusikan bantuan secara bertahap melalui titik-titik penyaluran yang telah ditentukan dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait.

Ia menegaskan bahwa proses distribusi terus dipercepat agar seluruh bantuan segera diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Penyaluran ditargetkan selesai sebelum akhir Juni 2026,” tambahnya.

Melalui program bantuan pangan ini, pemerintah berharap masyarakat penerima manfaat dapat memperoleh jaminan kebutuhan pangan yang lebih baik sekaligus mempertahankan daya beli keluarga di tengah perubahan harga sejumlah bahan pokok.