Blitar, insanimedia.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengevaluasi pelaksanaan program MBG setelah kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung usai libur sekolah. Evaluasi tersebut menyasar sekitar 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini melayani ribuan penerima manfaat di Kota Blitar.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengatakan evaluasi dilakukan dengan menata kembali sasaran penerima manfaat agar pembagian layanan di setiap SPPG menjadi lebih merata. Langkah tersebut juga bertujuan menjaga mutu makanan yang diterima para siswa.
“Setelah libur sekolah selesai, kami bersama Satgas MBG akan melakukan penataan ulang sasaran penerima manfaat. Tujuannya agar distribusi layanan lebih merata dan kualitas makanan tetap terjaga,” ujarnya, Rabu (1/7).
Dindin menjelaskan bahwa jumlah penerima manfaat yang dilayani setiap SPPG selama ini tidak sama. Perbedaan tersebut menjadi alasan utama dilakukannya evaluasi agar beban kerja masing-masing dapur MBG lebih proporsional dan kualitas layanan tetap terjaga.
Ia menambahkan, penataan ulang akan dilakukan melalui pemetaan kembali wilayah pelayanan beserta jumlah penerima manfaat di setiap SPPG. Dengan cara tersebut, pelaksanaan program MBG diharapkan berjalan lebih efektif ketika aktivitas sekolah kembali normal.
“Kami ingin memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan layanan yang sama baiknya. Karena itu distribusi penerima akan disesuaikan berdasarkan kapasitas layanan masing-masing SPPG,” katanya.
Meski persiapan evaluasi telah direncanakan, Dispendik Kota Blitar masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program MBG setelah masa libur sekolah berakhir. Pasalnya, seluruh operasional SPPG untuk sementara dihentikan selama periode liburan.
“Untuk saat ini kami masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Selama masa libur sekolah aktivitas SPPG memang dihentikan sementara sehingga belum ada kebijakan baru yang diterima daerah,” pungkasnya.







