Blitar, insanimedia.id – Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung menegaskan bahwa pasokan MinyaKita di wilayah kerjanya masih dalam kondisi aman. Bulog juga membantah isu kelangkaan minyak goreng bersubsidi yang sempat beredar di tengah masyarakat dan memastikan distribusi tetap berlangsung secara rutin setiap minggu ke toko-toko yang telah ditunjuk di pasar tradisional.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa penyaluran MinyaKita dilakukan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
“MinyaKita kami dropping setiap minggu ke pasar tradisional. Setiap toko yang terdaftar di Disperindag mendapat alokasi lima dus setiap minggu,” ujarnya.
Yonas menerangkan bahwa setiap dus berisi 12 liter MinyaKita. Bulog mendistribusikan minyak goreng tersebut dengan harga Rp14.500 per liter sesuai harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami menjual per liter dengan harga Rp14.500. Kalau satu dus berisi 12 liter, tinggal dikalikan saja sesuai kebutuhannya,” katanya.
Ia memastikan hingga saat ini Bulog belum menemukan indikasi penimbunan MinyaKita di wilayah kerjanya. Menurutnya, informasi mengenai kenaikan harga minyak goreng yang sempat beredar tidak berkaitan dengan MinyaKita yang disalurkan oleh Bulog.
“Kemarin memang sempat ada informasi kenaikan harga minyak goreng, tetapi itu bukan dari MinyaKita yang kami salurkan. Untuk penimbunan juga sampai sekarang belum kami temukan,” tegasnya.
Yonas menambahkan bahwa persediaan MinyaKita di gudang Bulog masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan minyak goreng bersubsidi tersebut. Bulog akan terus melakukan distribusi secara rutin agar pasokan di pasar tradisional tetap terjaga dan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah.
“Kami terus menjaga pasokan agar masyarakat tetap mudah mendapatkan MinyaKita dengan harga sesuai ketentuan pemerintah,” pungkasnya.







