Cegah Perpeloncoan, Cabdin Awasi Ketat MPLS Lima Hari di Blitar

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar mengawasi secara ketat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada SMA dan SMK se-Blitar Raya. Cabdin menerjunkan sejumlah pengawas sejak hari pertama untuk memastikan seluruh sekolah mematuhi aturan baku. Langkah antisipasi ini bertujuan untuk mencegah praktik perpeloncoan maupun kegiatan menyimpang lainnya di lingkungan sekolah.

Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabdin Wilayah Blitar, Abusani Abuzalfa, menjelaskan bahwa petugas melaksanakan pengawasan intensif selama lima hari pelaksanaan MPLS. Selain mengandalkan pengawas sekolah, jajaran pejabat Cabdin juga mendatangi langsung beberapa satuan pendidikan di lapangan.

“Pada hari pembukaan kemarin kami sudah menyebar beberapa pengawas ke sekolah-sekolah. Sampai saat ini berdasarkan laporan yang kami terima belum ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan MPLS Ramah,” ujarnya, Selasa (14/7).

Abusani menegaskan bahwa timnya melakukan pengawasan ini untuk memastikan sekolah mematuhi seluruh larangan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Aturan tersebut melarang keras praktik perpeloncoan, penggunaan atribut yang tidak mendidik, serta aktivitas lain yang merendahkan martabat siswa baru.

Selain perpeloncoan, pihak Cabdin juga menyoroti penggunaan gawai oleh para siswa. Namun, Abusani mengklarifikasi bahwa instansinya tidak melarang siswa membawa telepon seluler, melainkan hanya membatasi penggunaannya selama sesi pembelajaran.

“Bukan melarang, tetapi membatasi. Selama gadget digunakan untuk pembelajaran tidak ada masalah. Yang kami batasi adalah penggunaan yang tidak sesuai saat kegiatan belajar mengajar berlangsung,” jelasnya.

Pada agenda MPLS tahun ini, panitia juga mengajak seluruh siswa baru untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat melalui deklarasi antirokok, baik jenis rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape). Pihak Cabdin turut meminta pihak sekolah agar terus mengedukasi peserta didik mengenai kedisiplinan dan pembentukan karakter positif.

Baca Juga :  Cegah Bullying di Kota Blitar, Ini Program Pemkot Blitar di Sekolah

Abusani menyatakan bahwa Cabdin akan menjatuhkan sanksi pembinaan terlebih dahulu jika menemukan sekolah yang melanggar ketentuan MPLS Ramah. Pengawas sekolah akan terus berkeliling setiap hari guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan pedoman resmi.

“Selama lima hari MPLS kami mengoptimalkan peran pengawas. Bahkan kami juga berdiskusi langsung dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, hingga panitia pelaksana untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.