Blitar, insanimedia.id– Pemerintah Kota Blitar masih memberikan kesempatan kepada calon peserta didik untuk bergabung di Sekolah Rakyat meski tahun ajaran baru segera dimulai. Melalui sistem multi entry, sekolah tersebut memungkinkan siswa bergabung secara bertahap tanpa harus memulai pendidikan pada awal tahun ajaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan, pemerintah daerah masih melakukan pendataan calon peserta didik yang berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan desil 2 sesuai ketentuan pemerintah pusat. Proses tersebut juga dikoordinasikan dengan Kementerian Sosial (Kemensos), terutama bagi anak-anak yang hingga kini masih menempuh pendidikan di sekolah lain.
“Kebanyakan anak dari data desil 1 dan 2 itu sudah berada di kelas empat, lima, delapan, atau sembilan. Ini masih kami komunikasikan dengan Kemensos karena mereka harus meninggalkan sekolah asal jika nanti masuk Sekolah Rakyat,” ujarnya, Senin (13/7).
Eka menjelaskan, angka putus sekolah di Kota Blitar selama ini tergolong rendah karena pemerintah daerah menjalankan berbagai program pendampingan pendidikan. Oleh sebab itu, proses seleksi calon siswa dilakukan secara cermat agar tidak mengganggu keberlangsungan pendidikan anak yang masih aktif bersekolah.
“Kami ingin memastikan anak-anak yang masuk benar-benar sesuai kriteria dan tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Selain mendata calon peserta didik, Pemkot Blitar juga mengusulkan penjadwalan ulang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga 31 Juli. Usulan tersebut bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan serta seluruh pekerjaan pembangunan di lingkungan Sekolah Rakyat telah selesai.
“Kami ingin memastikan anak-anak merasa nyaman ketika mulai masuk. Harapannya saat MPLS sudah tidak ada lagi alat-alat berat maupun pekerjaan pembangunan,” jelasnya.
Eka menegaskan, penerapan sistem multi entry dan multi exit memberikan fleksibilitas bagi peserta didik untuk bergabung sesuai hasil pendataan dan kesiapan masing-masing, tanpa harus menunggu tahun ajaran berikutnya.
“Tidak harus masuk bersamaan pada awal Agustus. Bisa saja ada yang baru bergabung pada September atau Oktober sesuai hasil pendataan dan kesiapan mereka,” pungkasnya.







