Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar belum dapat memperbaiki kerusakan di Jalan Merdeka secara menyeluruh karena kendala biaya. Saat ini, kondisi aspal di pusat kota tersebut mulai retak dan pecah pada beberapa bagian.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin), menjelaskan bahwa pemotongan anggaran daerah sebesar Rp126 miliar pada tahun lalu sangat membebani pembiayaan infrastruktur.
“Daerah hari ini betul-betul memaksimalkan anggaran yang ada baik untuk pembiayaan infrastruktur jalan dan lainnya,” ujarnya, Rabu (13/5).
Mas Ibin menilai faktor usia jalan menjadi penyebab utama penurunan kualitas aspal di Jalan Merdeka. “Jalan Merdeka saat ini sudah mulai retak dan pecah-pecah. Normalnya umur jalan itu lima sampai sepuluh tahun, sementara ada yang usianya sudah lebih dari sepuluh tahun,” katanya.
Pemkot Blitar sebenarnya ingin melakukan rekonstruksi total dengan cara mengeruk dan membangun ulang aspal. Namun, proyek tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Mas Ibin merinci bahwa biaya peningkatan jalan bisa menghabiskan Rp10 miliar hingga Rp12 miliar per kilometernya.
Oleh karena itu, Dinas Pekerjaan Umum saat ini hanya melakukan perbaikan sementara di titik-titik yang rusak. Sebagai solusi jangka panjang, Wali Kota Blitar telah mengajukan permohonan bantuan dana perbaikan jalan kepada pemerintah pusat melalui jalur aspirasi DPR.
“Kalau masyarakat melihat banyak jalan hanya ditambal, itu memang karena kemampuan anggaran daerah masih terbatas,” pungkasnya.







