insanimedia.id – SURABAYA – Polda Jawa Timur menggandeng komunitas ojek online (ojol) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang digelar pada Senin, 19 Oktober 2026 sekitar pukul 09.00 di Mapolda Jatim ini menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75 yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri”.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast mengatakan, keterlibatan komunitas ojol merupakan wujud komitmen kepolisian untuk membangun hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Pagi ini Bapak Kapolda, Bapak Wakapolda, seluruh pejabat utama Polda Jawa Timur, kalau rekan-rekan lihat juga turun ke jalan kali ini untuk memenuhi janji komitmen kita bahwa polisi bersama masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Humas Polri tidak sekadar menjadi momentum untuk merayakan perjalanan fungsi kehumasan di lingkungan kepolisian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi peran Humas Polri dalam membangun komunikasi dan kepercayaan publik.
“Bagi kami, peringatan Hari Jadi Humas Polri bukan sekadar momentum untuk merayakan perjalanan sebuah fungsi di lingkungan kepolisian, lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan refleksi sudah sejauh mana Humas Polri mampu hadir, mendengar, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan bersama masyarakat,” jelasnya.
Jules menilai komunitas ojol memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial masyarakat. Aktivitas mereka yang setiap hari berada di jalan dan menjangkau berbagai kawasan membuat pengemudi ojol berpotensi menjadi mitra kepolisian dalam mendeteksi serta mencegah gangguan keamanan.
“Bapak dan Ibu sekalian, sahabat-sahabat ojol, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat kita saat ini. Setiap hari rekan-rekan berada di jalan, bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat, masuk ke kampung-kampung, kawasan perumahan, pusat perekonomian, bahkan mungkin terminal, stasiun, hingga ke tempat-tempat pelayanan publik,” terangnya.
Ia menegaskan, kemitraan antara polisi dan komunitas ojol tidak boleh hanya terbangun ketika terjadi persoalan. Hubungan tersebut perlu diperkuat melalui komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling percaya.
“Kami ingin membangun hubungan yang semakin dekat antara polisi dan komunitas ojek online. Bukan hubungan yang hanya muncul ketika ada persoalan, tetapi hubungan yang dibangun melalui komunikasi, kebersamaan, dan saling percaya,” tegasnya.
Jules menjelaskan, upaya menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pengemudi ojol diharapkan turut berperan aktif membantu masyarakat, melaporkan potensi gangguan keamanan, serta memberikan pertolongan ketika menemukan warga yang membutuhkan bantuan.
“Semangat ini sejalan dengan komitmen kami melalui Polisi Bersama Masyarakat. Kami percaya keamanan Jawa Timur tidak mungkin dijaga oleh polisi seorang diri. Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama,” paparnya.
Ia menambahkan, semangat kolaborasi tersebut juga sejalan dengan slogan Kapolda Jatim, yakni “Jogo Omah”. Menurutnya, Jawa Timur merupakan rumah bersama yang harus dijaga agar tetap aman, damai, dan kondusif.
“Hari ini sama dengan slogan yang digaungkan oleh Bapak Kapolda Jawa Timur, yaitu ‘Jogo Omah’. Karena Jawa Timur adalah rumah besar kita, rumah bersama kita. Mari kita jaga Jawa Timur agar senantiasa aman, damai, dan kondusif,” tuturnya.
Selain menjaga keamanan di lingkungan masyarakat, Jules mengajak komunitas ojol untuk ikut menjaga ruang digital dari penyebaran hoaks dan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun meneruskan foto, video, dan pesan yang belum dipastikan kebenarannya. Sebab, informasi yang tersebar melalui telepon genggam dapat menjangkau banyak orang dalam waktu singkat.
“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya. Jangan terburu-buru meneruskan foto, video, ataupun pesan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Kita harus makin bijak karena satu informasi yang kita teruskan melalui telepon genggam dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu yang sangat singkat,” imbaunya.
Dalam momentum Hari Jadi Humas Polri ke-75 ini, Jules juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas ojol atas kontribusi mereka dalam kehidupan masyarakat.
Ia berharap, sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat sehingga komunitas ojol tidak hanya menjadi penggerak roda ekonomi keluarga, tetapi juga mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kepada seluruh komunitas ojek online, saya menyampaikan terima kasih atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi saudara-saudara selama ini. Tetaplah menjadi pejuang keluarga, menjadi pelayan masyarakat di jalan, sekaligus menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
Jules menegaskan, Humas Polri memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat, menyampaikan informasi yang benar, serta merawat kepercayaan publik.
“Humas Polri bukan sekadar menyampaikan informasi, Humas Polri hadir untuk membangun komunikasi, merawat kepercayaan, dan mendekatkan polisi dengan masyarakat,” tandasnya. (il)







