Pelantikan Pengurus, Dekopinda Kota Kediri Fokus Perkuat SDM dan Kemandirian Koperasi

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Kediri mengukuhkan pengurus periode 2025–2030 sekaligus menggelar syukuran Hari Koperasi ke-79. Kegiatan tersebut berlangsung di Insumo Kediri Convention Center, Sabtu (15/8/2026), dan menjadi momentum untuk memperkuat serta memodernisasi gerakan koperasi di Kota Kediri.

Ketua Dekopinda Kota Kediri, Dra. Hj. Firdaus, menegaskan pengukuhan pengurus bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk membangun koperasi yang lebih mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan.

“Momentum ini bukan sekadar seremoni pengukuhan pengurus, tetapi menjadi awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk semakin memperkuat gerakan koperasi di Kota Kediri,” terang Firdaus saat membuka pidatonya di Insumo Kediri Convention Center Sabtu 15 Agustus 2026

Firdaus menyebut Dekopinda Kota Kediri masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya belum adanya alokasi anggaran khusus dari Pemerintah Kota Kediri. Namun, ia menilai kondisi tersebut justru menunjukkan karakter koperasi sebagai gerakan ekonomi yang mengedepankan kemandirian.

Di tengah munculnya wacana penutupan sejumlah koperasi masyarakat, Firdaus menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan koperasi. Ia menegaskan keberhasilan koperasi tidak cukup hanya mengandalkan gedung maupun modal besar.

“Koperasi masyarakat kita bukan koperasi yang kaya. Namun, kita harus membesarkan dan membangun anggotanya bukan gedungnya, bukan modalnya, melainkan SDM-nya yang harus kita rawat dan kita bina,” tegasnya.

Untuk membangun koperasi yang sehat, profesional, transparan, dan modern, Dekopinda Kota Kediri akan mengoptimalkan lima bidang kerja. Kelima bidang tersebut meliputi kelembagaan, pendidikan dan pelatihan, advokasi sosial, pengembangan usaha, serta pemberdayaan Koperasi Kelurahan/Masyarakat (KKMP).

Dekopinda juga melibatkan para kepala kelurahan se-Kota Kediri dalam pembinaan koperasi di wilayah masing-masing. Mereka memiliki peran dalam mendampingi berbagai koperasi masyarakat, seperti Koperasi Wanita (Kopwan), Koperasi RW, dan Kopbasa.

Baca Juga :  Buka Blitar Jadoel, Wapres Gibran Dorong UMKM Dirangkul Lewat Pasar Online dan Koperasi

Kegiatan tersebut turut dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejumlah pihak menghadiri acara itu, antara lain jajaran pengurus Dekopinwil Jawa Timur, pimpinan Dekopinda Kabupaten Kediri, Nganjuk, Tulungagung, dan Blitar, perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, jajaran rektorat, Dewan Penasihat, Majelis Pakar, serta perwakilan gerakan koperasi dan organisasi mahasiswa se-Kota Kediri.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Provinsi Jawa Timur (Dekopinwil Jatim), Slamet Sutanto, menyampaikan tiga tantangan utama yang harus dijawab kepengurusan baru Dekopinda Kota Kediri. Ketiga tantangan tersebut mencakup regulasi, kompetisi, dan digitalisasi.

“Atas nama pimpinan DPD Pinwil Jatim, saya mengucapkan selamat dan sukses. Harapan kami, pimpinan yang baru dikukuhkan tadi mampu menjawab tantangan yang sulit di era sekarang ini,” ujar Slamet ditemui usai mengikuti acara pengukuhan

Slamet menjelaskan regulasi perkoperasian masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian gerakan koperasi. Selain itu, koperasi harus menghadapi persaingan dengan sektor swasta yang memiliki dukungan modal, SDM, dan sistem yang lebih kuat.

Menurutnya, perkembangan digital juga menjadi tantangan yang tidak boleh diabaikan. Koperasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan agar tidak tertinggal dari sektor ekonomi lainnya.

“Koperasi ini dibangun dengan semangat saling menolong untuk menyelesaikan persoalan yang sama. Lawan kita adalah swasta yang disiapkan modal, SDM, dan sistemnya. Wadah gerakan koperasi harus cepat tanggap terhadap persoalan itu,” tegasnya.