Persik Tumbang 2-1 di Kandang Singo Edan, Gagal Lanjutkan Tren Positif

Penulis : Andy

Insani Media

Kediri, insanimedia.id – Persik Kediri tumbang lawan Arema FC 2-1 dalam lanjutan laga pekan ke- 17 BRI Super League 2026/26  di Stadion Kanjuruhan Malang Minggu (11/01/2026). Pemain sayap Moch Supriadi membuka keunggulan Persik Kediri pada menit – 79.

Gol eks pemain Persebaya Surabaya itu membuat para pemain Persik lainya semakin termotivasi untuk memenangkan pertandingan mengingat sisa waktu hampir mendekati akhir.

Arema FC yang tertinggal defisit satu gol tidak patah arang, para pemain terus  memborbardir  lini pertahanan Persik Kediri. Terus ditekan para pemain Persik Kediri kewalahan dan  kehilangan konsentrasi, hingga akhirnya petaka terjadi pada menit 90+5. Moch Supriyadi yang berusaha untuk menghalau bola saat terjadi kemelut di depan mistar, justru sepakanya  masuk ke gawang sendiri.

Skor kemudian imbang 1-1, Arema FC yang haus akan kemenangan akhirnya mampu mengkhiri perlawanan Persik Kediri melalui gol pemain asingnya Pulelo pada menit 90+7. Pulelo mampu memanfaatkan umpan lambung dari sayap kiri untuk mengkonversinya menjadi gol melalu heading yang sangat keras.

Merespon hasil kekalahan tersebut, pelatih Persik Kediri Marcos Reina Torres mengatakan jika timnya bermain lebih baik ketimbang tuan rumah dari aspek segala lini.

“ Persik Kediri bermain lebih baik dari Arema FC dari segala lini, kami sebenarnya pantas menang. Tapi apa yang terjadi pada menit akhir akan menjadi evaluasi dan perbaikan pada pertandingan selanjutnya” terang Marcos Reina Torres dalam sesi konfrensi pers.

Lebih lanjut pelatih berkebangsaan Spanyol ini mengutarakan sebenarnya secara taktikal  Persik Kediri sejak dari awal sudah mengantisipasi gaya bermain Arema FC yang mengusung pola permainan 4-4-2 atau skema 4-4-1 dengan mengandalkan sejumlah pemain.

Baca Juga :  Borneo FC Balas Dendam Piala Presiden 2024, Poin Penuh di Kandang Arema dan Kado Pahit Aremania

” Tetapi di Tengah tengah ada beberapa situasi yang harus dirubah terutama pada menit akhir.  Persik Kediri harus lebih percaya diri lagi jika melakukan penyelamatan di dalam kotak pinalti . Sebenarnya saya sudah menempatkan beberapa pemain dibelakang tetapi menit akhir taktikal itu hilang. Akhirnya Arema memanfaatkan bola bola pantul untuk menciptakan gol” jelasnya.

Sementara itu penyerang muda Persik Kediri Wigi Pratama menambahkan sebenarnya tim bermain bagus dan semua pemain telah menjalankan intruksi pelatih.

“ Sebelumnya kami sudah merancang dan mengikuti intruksi dari pelatih saat latihan, cuman kami tidak bisa meraih poin maksimal. Seharusnya kami mendapatkan tiga poin, kami meminta maaf kepada para supporter dan kami akan berjuang kembali pada pertandingan selanjutnya” tutur pemain berusia 21 tahun tersebut.