Kediri, insanimedia.id — Pemerintah Kelurahan Bandar Kidul menggelar acara “Seikat” di Lapangan Gajah pada Sabtu (2/5/2026) malam. Ribuan warga memadati lokasi untuk menikmati perpaduan seni pertunjukan, kuliner khas, dan pameran produk unggulan daerah.
Panitia menyelenggarakan “Seikat” (Semarak Seni dan Kuliner Kampung Tenun Ikat) selama dua hari, 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bentuk pelaksanaan program pembangunan berbasis masyarakat atau “Merata”.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, membuka acara tersebut bersama Wakil Wali Kota K.H. Qowimuddin Toaha serta jajaran Forkopimcam dan kepala OPD terkait. Kehadiran para pejabat memperkuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan potensi lokal.
Lurah Bandar Kidul, Herro Sudarman, menyampaikan bahwa pemerintah kelurahan menyelenggarakan kegiatan ini berdasarkan Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa acara ini memiliki tujuan strategis untuk mendukung visi daerah, khususnya Sapta Cita Mapan poin ketiga tentang pengembangan Kediri sebagai kota tujuan wisata.
“Kita ingin mengoptimalisasi potensi lokal, memperkenalkan serta melestarikan Tenun Ikat Bandar Kidul sebagai warisan khas Kota Kediri,” terang Heri.
Panitia juga mendorong kegiatan ini untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus meningkatkan perekonomian melalui penguatan UMKM lokal. Pada tahun ini, panitia menghadirkan 43 stan yang dikelola warga dari masing-masing RT dan pelaku UMKM setempat.
Panitia tidak hanya menjadikan stan sebagai tempat berjualan, tetapi juga melombakan stan untuk memilih 10 terbaik. Juri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri akan menilai stan dengan hadiah Rp500.000 bagi para pemenang.
Panitia mengisi acara dengan berbagai hiburan seperti musik, keroncong, hadrah, hingga penampilan artis ibu kota. Panitia akan menutup rangkaian kegiatan dengan jalan sehat dan senam bersama yang dilengkapi ratusan doorprize.
Pemerintah kelurahan berkomitmen melanjutkan kegiatan ini secara rutin melalui program “Seikat Saulan Pisan” setiap Sabtu sore. Program tersebut akan menghadirkan pentas seni, nonton bareng, senam warga, dan bazar kuliner UMKM.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap semangat ‘Becito’ (Bersih, Indah, Tertib) makin menguat dan warga semakin sejahtera,” pungkas Heri Sukarman.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.
“Bandar Kidul dikenal sebagai kampung tenun ikat. Inilah upaya bersama kita untuk melestarikan warisan tersebut, sekaligus menampilkan seni budaya dan kekuatan kuliner lokal yang menjadi ciri khas kota kita,” ucapnya di hadapan ribuan warga yang hadir malam itu
Pemerintah Kota Kediri mengapresiasi partisipasi masyarakat dan mendorong warga untuk aktif mempromosikan budaya daerah. Pemerintah berharap promosi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Kediri secara berkelanjutan.







