Status Lahan Tunda Pembangunan BTC Kota Blitar

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar masih menunggu kepastian status lahan untuk melanjutkan rencana pembangunan Blitar Trade Center (BTC). Sejumlah bidang tanah yang masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) membuat proyek tersebut harus menunggu proses review dan pengalihan status dari pemerintah pusat.

Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan Pemkot Blitar perlu menyelesaikan persoalan status lahan sebelum memulai pembangunan fisik BTC.

“Kami masih menunggu review tentang lahan karena beberapa lahan kita statusnya LSD. Ini kebijakan pemerintah pusat dan kami sedang menunggu pengalihan statusnya,” ujar Pak Wali Kota.

Sambil menunggu keputusan pemerintah pusat, Pemkot Blitar mulai menyiapkan area pembangunan. Pemerintah memanfaatkan material hasil pengerukan dari proyek pembangunan fasilitas pemerintah untuk menguruk lahan yang akan digunakan sebagai lokasi BTC.

Menurut Syauqul, pemanfaatan material tersebut dapat menghindari pemborosan sekaligus mempercepat persiapan lahan. Dengan pengurukan yang dilakukan sejak awal, pekerjaan tersebut tidak perlu dilakukan kembali ketika pembangunan fisik BTC dimulai.

“Kalau nanti pembangunannya sudah bisa dimulai, pekerjaan pengurukan sudah tidak perlu dilakukan lagi,” katanya.

Pemkot Blitar juga telah menyelesaikan sejumlah tahapan perencanaan dan pengadaan proyek. Namun, pelaksanaan pembangunan masih bergantung pada kepastian status lahan yang menjadi lokasi BTC.

Syauqul memperkirakan proses pengalihan status lahan membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Jika proses tersebut selesai dan penyedia proyek masih memiliki waktu yang cukup, pembangunan dapat dimulai pada 2026. Namun, jika waktu pelaksanaan tidak memungkinkan, Pemkot Blitar akan menggeser proyek ke 2027.

“Kalau sudah oke, kami lihat apakah penyedia yang sudah ditetapkan masih mampu dengan sisa waktu. Kalau masih mampu, ya jalan di 2026. Kalau tidak, kita undur ke 2027,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Blitar Sebar Tujuh Kantong Parkir Demi Kelancaran Blitar Djadoel

Pemkot Blitar menyiapkan BTC sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi baru di daerah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor perdagangan, jasa, serta berbagai aktivitas ekonomi turunannya.

Syauqul menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Blitar pada triwulan pertama mencapai sekitar 5,9 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu dasar Pemkot Blitar untuk terus mendorong pembangunan pusat-pusat ekonomi baru.

“Kami ingin mempercepat karena ekonomi Kota Blitar sudah bergerak cukup bagus. Maka pusat-pusat ekonomi dan akses ekonomi kita dorong agar pertumbuhan bisa semakin baik,” pungkasnya.