LPKA Kelas I Blitar Perkuat Deteksi Dini dan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA bagi Anak Binaan

Rizma Erina

Blitar, insanimedia.id — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) melalui kegiatan screening bagi Anak Binaan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Medis Klinik Pratama Anak Radja LPKA Kelas I Blitar bersama mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Selain sebagai langkah deteksi dini, screening ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran Anak Binaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan serta menghindari penyalahgunaan NAPZA.

Pelaksanaan screening dilakukan dengan pendampingan petugas medis untuk memastikan seluruh proses berlangsung tertib dan sesuai prosedur pelayanan kesehatan. Pemeriksaan juga diikuti dengan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA, termasuk dampaknya terhadap kesehatan dan kehidupan sosial.

Melalui edukasi tersebut, Anak Binaan diberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan kemampuan membangun perilaku positif dan menjauhi berbagai bentuk penyalahgunaan zat yang dapat berdampak terhadap masa depan.

Kasubsi Pelayanan Kesehatan LPKA Kelas I Blitar, Wulandari, mengatakan screening NAPZA merupakan bagian dari langkah preventif dalam mendukung kesehatan sekaligus proses pembinaan Anak Binaan.

Kami berharap melalui kegiatan screening dan edukasi ini, Anak Binaan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal serta mendukung proses pembinaan Anak Binaan secara menyeluruh,” ujar Wulandari.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di lingkungan LPKA tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi gangguan kesehatan, tetapi juga diarahkan pada upaya promotif dan preventif. Karena itu, deteksi dini dan pemberian edukasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran Anak Binaan untuk menjaga kesehatan dan mengambil keputusan yang lebih positif.

Baca Juga :  Bubuk Mercon Meledak, Atap Rumah Berhamburan dan Korban Terluka

Sinergi antara tenaga medis dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan edukasi kesehatan di lingkungan LPKA. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh Anak Binaan dapat menjadi bekal selama menjalani pembinaan maupun ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. (riz)