Memahat Arah Abad Kedua, Ikhtiar PBNU Menyusun Peta Jalan 2027-2052

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

Makasar, insanimedia.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai memahat fondasi strategis untuk mengarungi perahu organisasi di abad kedua.

Melalui gelaran “Halaqah Road Map 25 Tahun NU (2027-2052) dan Konsolidasi Organisasi” yang dihelat di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 24 Januari 2026, ormas Islam terbesar di Indonesia ini berupaya menyusun panduan teknokratik jangka panjang.

​Langkah ini diambil untuk memastikan transisi kepemimpinan di masa depan tidak lagi bergantung hanya pada figuritas individu, melainkan berpijak pada dokumen perencanaan yang matang.

“Kita harus punya imajinasi tentang pengembangan NU 25 tahun ke depan. Harapannya, siapa pun pemimpinnya nanti, sudah ada panduan teknokratik yang jelas,” ujar Prof. Ahmad, koordinator acara sekaligus perwakilan PBNU dalam sambutannya.

​Metode penyusunan road map ini sengaja dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pengurus wilayah (PWNU) dan pengurus cabang (PCNU) dari berbagai daerah, mulai dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua.

PBNU menyadari bahwa dinamika demografi dan perubahan teknologi yang cepat menuntut organisasi untuk bergerak lebih presisi.

Proyeksi ini disebut-sebut sebagai “RPJPN-nya NU”, merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional milik pemerintah, yang akan dimulai efektif pasca-Muktamar ke-35 pada tahun 2027.

​Urgensi penyusunan peta jalan ini semakin mendesak mengingat perubahan lingkungan strategis yang kian kompleks.

Dalam sesi halaqah tersebut, sejumlah narasumber seperti pakar survei Hasanuddin Ali dan praktisi teknologi Ainun Najib dihadirkan untuk membedah data demografi warga Nahdliyin serta tantangan digital di masa depan.

Fokusnya jelas: bagaimana NU tetap relevan bagi generasi muda dan mampu mengelola potensi sumber daya manusianya yang masif secara profesional.

​Kegiatan ini merupakan seri pertama dari rangkaian halaqah yang akan dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Panitia Hari Santri Kecamatan Ponggok Kecewa, Peringatan Hari Santri Didatangi Cabup Mak Rini

Hasil dari diskusi maraton ini nantinya akan dirumuskan menjadi substansi pokok yang diusulkan dalam Muktamar NU mendatang.

Dengan adanya peta jalan ini, PBNU berharap organisasi tidak lagi bergerak secara organik tanpa arah, melainkan bertransformasi menjadi institusi yang modern dan terukur dalam mencapai visi kemaslahatan umat hingga tahun 2052.

​Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya babak baru bagi Nahdlatul Ulama dalam merumuskan strategi besar demi menjaga marabahaya sekaligus mengoptimalkan peluang di tengah perubahan zaman.