Pemkot Blitar Tingkatkan Kewaspadaan Campak, 21 Sampel Dikirim ke Surabaya
Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kota Blitar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak dengan melakukan deteksi dini melalui pengiriman sampel ke laboratorium. Hingga saat ini, petugas telah mengirimkan 21 sampel ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, Kamis (9/4).
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, Dissie Laksmonowati Arlini, menyatakan pihaknya langsung mengambil tindakan setiap menemukan gejala yang mengarah pada campak.
“Setiap ada gejala yang mengarah ke campak, kami langsung kirim sampel, baik darah maupun urin, untuk diperiksa di Surabaya,” ujarnya.
Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum menemukan kasus campak yang terkonfirmasi di Kota Blitar. Namun, petugas tetap menjalankan langkah antisipatif guna mencegah potensi penularan di masyarakat.
Pemerintah Kota Blitar juga menyiapkan program imunisasi kejar atau catch up campaign yang akan dilaksanakan pada April dengan sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan.
“Kami saat ini masih melakukan pemetaan sasaran, validasi data, sekaligus skrining status imunisasi anak. Yang belum lengkap nantinya akan kami lakukan imunisasi kejar,” jelasnya.
Petugas melibatkan berbagai unsur dalam pelaksanaan program ini, mulai dari lembaga PAUD, TK, RA, kader PKK, hingga organisasi keagamaan, agar seluruh sasaran dapat terdata secara optimal.
Dissie menegaskan program ini bertujuan memperkuat kekebalan kelompok atau herd immunity pada anak-anak, mengingat campak termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
“Ini bagian dari upaya perlindungan generasi penerus. Anak-anak harus kita jaga kesehatannya, karena mereka aset penting untuk masa depan,” tambahnya.
Saat ini, Dinas Kesehatan juga menghitung kebutuhan vaksin serta menyiapkan tenaga kesehatan untuk pelaksanaan imunisasi di lapangan, termasuk di lingkungan sekolah.
“Nantinya vaksin akan menyasar ke sekolah,” tegasnya.







