Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kota Blitar memastikan wilayah Blitar belum menemukan kasus virus hanta hingga saat ini. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan setelah muncul informasi mengenai kasus konfirmasi virus tersebut di Indonesia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan pemerintah daerah masih menerima informasi dalam bentuk peringatan kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan.
“Kalau virus hanta itu belum sampai Blitar. Informasinya dari Kementerian Kesehatan masih dalam taraf kewaspadaan,” ujarnya, Kamis (14/5).
Silvia menjelaskan kasus virus hanta di Indonesia sejauh ini masih terbatas pada kasus konfirmasi dan belum disertai penjelasan detail mengenai lokasi penemuannya. Ia menyebut sebagian besar kasus positif yang terdata masih berasal dari luar negeri.
Virus hanta berasal dari hewan pengerat, terutama tikus dari golongan rodensia. Penyakit tersebut termasuk zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
“Penyebabnya dari hewan, terutama tikus golongan rodensia,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Blitar mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan agar populasi tikus tidak berkembang dan memicu penyebaran penyakit. Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap virus hanta, Dinkes juga terus mengantisipasi penyebaran leptospirosis setelah muncul kasus di daerah sekitar Blitar.
“Kami tetap mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan,” pungkasnya.







