Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar meminta warga memeriksa identitas petugas lapangan sebelum mereka memberikan data pribadi untuk Sensus Ekonomi 2026. BPS melakukan langkah antisipasi ini guna mencegah aksi penipuan oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai petugas resmi.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, menjelaskan bahwa para petugas akan mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu mulai 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Pihaknya mengerahkan 119 personel untuk mendata seluruh sektor usaha dan kondisi ekonomi rumah tangga di wilayah Kota Blitar.
Hanung memastikan bahwa seluruh petugas resmi membawa atribut lengkap dan tanda pengenal yang valid agar masyarakat dapat mengenalinya dengan mudah.
“Petugas nanti dibekali rompi sensus ekonomi, surat tugas, serta name tag yang dilengkapi barcode. Jadi kalau masyarakat ragu, silakan minta identitas petugas dan lakukan pengecekan,” ujarnya, Rabu (17/6).
BPS Kota Blitar juga mengawasi pergerakan para petugas di lapangan secara digital melalui sistem pelacak khusus. Teknologi ini memungkinkan pihak manajemen memantau posisi geografis para petugas secara langsung untuk menjamin keamanan proses pendataan.
“Petugas kami termonitor melalui sistem. Posisi mereka saat bertugas bisa terlacak sehingga pelaksanaan pendataan dapat diawasi,” katanya.
Hanung menjabarkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 ini akan memetakan semua jenis usaha masyarakat. Pendataan tersebut meliputi sektor perdagangan konvensional, industri, pertanian, hingga tren ekonomi kreatif dan bisnis digital yang tumbuh pesat belakangan ini.
Ia mengimbau masyarakat untuk menyambut para petugas dengan ramah dan membagikan informasi usaha secara jujur. BPS membutuhkan keterbukaan para pemilik usaha demi menghasilkan basis data yang valid dan berkualitas tinggi.
“Kami berharap masyarakat menyampaikan data apa adanya. Semakin akurat data yang diberikan, semakin baik pula hasil sensus yang nantinya digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan maupun kebijakan ekonomi,” jelasnya.
Secara teknis, BPS Kota Blitar membagi 119 personel sensus tersebut ke dalam dua tim utama. Manajemen menugaskan 104 orang sebagai pemrakarsa data di lapangan dan 15 orang sisanya sebagai pengawas jalannya sensus hingga akhir Agustus nanti.







