Purworejo, insanimedia.id – Bupati Purworejo, Yuli Hastuti SH, mengukuhkan jajaran pengurus dan pengawas baru Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Kabupaten Purworejo untuk masa bakti 2026–2028. Pengukuhan berlangsung dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di Aula Kantor PKK Kabupaten Purworejo, Minggu (2/8/2026).
Bupati didampingi Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo, Nurhadi Trionggo SH MAP, saat memimpin prosesi pengukuhan tersebut.
Dalam sambutannya, Yuli Hastuti mengapresiasi pelaksanaan RAT yang menjadi forum penting untuk menyusun kepengurusan baru sekaligus menentukan arah pengembangan koperasi pada periode mendatang.
“Semoga RAT ini dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa kemajuan bagi Koperasi Wanita Srikandi ke depan,” ujar Bupati.
Yuli menilai Kopwan Srikandi telah menunjukkan kinerja yang positif dan terus berkembang. Menurutnya, koperasi tersebut berhasil mengembangkan usaha berbasis olahan kelapa beserta produk turunannya hingga mampu menembus pasar internasional.
“Saya berharap Koperasi Wanita Srikandi ke depan dapat terus berkembang menjadi koperasi yang profesional, modern, transparan, adaptif, dan inovatif. Yang terpenting, mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi serta kesejahteraan para anggotanya,” tambahnya.
Mengusung motto “Agen Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sumber Daya Lokal”, Kopwan Srikandi diharapkan terus mengoptimalkan potensi daerah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purworejo. Bupati juga mendorong koperasi tersebut agar semakin aktif memberdayakan masyarakat melalui berbagai usaha berbasis sumber daya lokal.
“Jadikan momentum ini untuk memperkuat sinergi, kolaborasi dan gotong royong, dalam memperkuat peran Koperasi Wanita Srikandi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.
Melalui kepengurusan yang baru, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap Kopwan Srikandi semakin meningkatkan daya saing, memperluas jaringan usaha, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota dan perekonomian daerah.







