Jembatan Sirnoboyo Kebumen Rusak, Warga Desak Pemerintah Segera Perbaiki

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Kebumen, insanimedia.id – Kondisi Jembatan Sirnoboyo di Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Kebumen, semakin memprihatinkan dan memicu kekhawatiran masyarakat. Jembatan sepanjang 46 meter dengan lebar sekitar 3 meter yang melintasi Sungai Gentan itu menjadi jalur utama penghubung Kecamatan Bonorowo dan Mirit untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga akses menuju layanan kesehatan.

Kerusakan jembatan diduga terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Gentan yang membawa tumpukan sampah. Tekanan arus sungai menyebabkan pondasi bergeser sehingga badan jembatan melengkung dan sambungan konstruksinya mengalami kerusakan.

Salah seorang warga, Sulis Purnowiyanti, mengaku rutin melintasi jembatan tersebut saat menuju pasar maupun ke Prembun. Namun, kondisi jembatan yang terus memburuk membuatnya merasa waswas setiap kali melintas.

“Hampir setiap hari saya lewat jembatan itu kalau mau ke pasar atau ke Prembun. Jalur utamanya memang lewat situ. Kalau lewat sering khawatir karena kalau lihat ke bawah jembatannya seperti miring dan terasa seperti mau patah. Apalagi saat musim hujan, air sungainya besar, takut jembatannya putus dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Menurut Sulis, kerusakan itu telah berlangsung cukup lama, tetapi hingga sekarang belum ada penanganan yang berarti.

“Harapannya segera diperbaiki supaya lebih aman dan tidak membuat masyarakat khawatir. Kalau bisa juga diperlebar agar kendaraan roda empat dapat berpapasan dengan lebih aman,” tambahnya.

Kepala Desa Sirnoboyo, Sudirman, menyampaikan bahwa pemerintah desa telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan kepada instansi terkait. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah desa memasang rambu peringatan dan membatasi jembatan hanya untuk kendaraan roda dua agar kerusakan tidak semakin parah.

“Kami sudah berusaha maksimal mengusulkan perbaikan jembatan tersebut. Kondisinya sudah berkali-kali kami laporkan. Saat ini juga sudah dipasang rambu-rambu peringatan bahwa jembatan dalam kondisi rusak dan hanya boleh dilalui kendaraan roda dua agar kerusakannya tidak semakin parah,” katanya.

Baca Juga :  Pendopo PASEBAN Desa Bocor Kebumen Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aspirasi dan Majelis Tarekat

Sudirman menjelaskan bahwa penurunan pondasi menjadi penyebab utama kerusakan. Pergeseran tersebut mengakibatkan badan jembatan melengkung dan sambungannya mengalami patahan.

“Ada bagian pondasi yang sudah turun cukup banyak, sementara bagian lainnya masih stabil. Kondisi ini membuat badan jembatan melengkung dan sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, tanda-tanda kerusakan mulai terlihat sejak 2021, ketika dirinya mulai menjabat sebagai kepala desa. Sejak 2025, kondisi jembatan terus memburuk hingga menimbulkan kekhawatiran warga yang setiap hari melintasinya.

Pemerintah Desa Sirnoboyo berharap Pemerintah Kabupaten Kebumen, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun pemerintah pusat segera melakukan perbaikan. Pasalnya, Jembatan Sirnoboyo merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Bonorowo dan Kecamatan Mirit serta menjadi akses penting bagi mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah desa.