Sebanyak 10 Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Mengeluh Mual Diduga Setelah Konsumsi MBG , Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Sebanyak 10 siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar mengalami keluhan mual dan sakit pada Rabu (16/9/2026) pagi. Sejumlah siswa kemudian mendapat pemeriksaan dan penanganan di beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Wakasek Sarpras SLB Negeri 1 Kota Blitar, Yulia, menjelaskan keluhan tersebut muncul setelah makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba di sekolah sekitar pukul 08.30 WIB.

Sekitar pukul 09.15 WIB, seorang siswa lebih dulu mengeluhkan mual dan sakit. Pihak sekolah kemudian membawa siswa tersebut ke Puskesmas Kepanjenkidul untuk mendapatkan penanganan.

Tidak lama berselang, sejumlah siswa lain menyampaikan keluhan yang hampir sama. Sekitar tujuh siswa kemudian ikut mengalami mual setelah mengetahui kondisi temannya.

“Siswa tersebut dibawa ke sejumlah Faskes diantaranya . Puskesmas Kepanjenkidul, Klinik Siti Khodijah dan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Sekolah sempat memberikan air kelapa,” kata Yulia.

Yulia menyebut total 10 siswa mengalami keluhan dan mendapatkan penanganan medis. Selain itu, satu siswa diduga mengalami keluhan karena panik setelah mengetahui temannya lebih dulu merasa mual. Sementara satu siswa lainnya menjalani perawatan di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Pihak sekolah memastikan makanan MBG belum dikonsumsi seluruh siswa ketika keluhan mulai muncul. Sebelumnya, SPPG telah menghubungi sekolah dan meminta agar makanan tersebut tidak dibagikan.

“Jadi SPPG sebelumnya sudah memberi informasi agar MBG tidak dibagikan. Kami juga sudah menginstruksikan untuk dibuang. Jadi tidak semua siswa yang memakan MBG,” ujarnya.

Wadir Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Agus Sabtoni, mengatakan satu siswa datang ke rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB. Siswa tersebut tidak datang melalui rujukan dari fasilitas kesehatan lain karena kondisi kamar di puskesmas saat itu penuh.

Baca Juga :  H IMC Mendorong MBG Harus Memiliki Lisensi Halal dan Taat Regulasi Ketenagakerjaan

“Siswa datang ke Mardi Waluyo dalam kondisi mual dan sempat muntah satu kali. Sudah kami observasi dan mendapatkan perawatan,” kata Agus.

Tim medis kemudian melakukan observasi dan memberikan obat serta penanganan kepada siswa tersebut. Setelah kondisinya dinilai aman, rumah sakit memperbolehkan siswa pulang.

Agus belum dapat memastikan penyebab keluhan yang dialami siswa tersebut. Ia menyebut pemeriksaan sampel diperlukan untuk memastikan apakah keluhan itu berkaitan dengan keracunan atau faktor lainnya.

“Untuk keracunan atau tidak, Dinkes yang menangani, termasuk sampelnya,” pungkasnya.