Sekolah Rakyat Kota Blitar Tampung 206 Siswa, Siapkan Tambahan Guru

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar kini menampung 206 siswa dalam delapan rombongan belajar (rombel). Peserta didik tersebut berasal dari empat daerah, yakni Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Batu, dan Kota Malang.

Kepala Dinas Sosial Kota Blitar, Eka Atikah, menjelaskan bahwa sekolah tersebut membagi siswa ke dalam tiga jenjang pendidikan. Sekolah Rakyat Dasar (SRD) memiliki satu rombel, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) empat rombel, sedangkan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) tiga rombel. Setiap kelas rata-rata menampung 24 siswa.

“SD ini sekarang hanya ada satu rombel saja dengan satu kelas, kemudian untuk SMP-nya ada empat kelas, SMA-nya ada tiga kelas. Rata-rata per kelas diisi 24 siswa,” kata Eka.

Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar mulai menugaskan 35 guru definitif pada 1 Oktober 2026. Sebanyak delapan guru mengajar di jenjang SRD, 11 guru di SRMP, dan 16 guru di SRMA.

Eka mengatakan, pihaknya masih membuka peluang penambahan rombongan belajar apabila jumlah siswa terus meningkat. Rencana tersebut akan diikuti dengan penyesuaian jumlah tenaga pendidik dan pendamping agar sekolah dapat memenuhi kebutuhan siswa, termasuk selama mereka tinggal di asrama.

Selain tenaga pendidik, sekolah juga menyiapkan wali asuh dan wali asrama untuk mendampingi siswa dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Dinas Sosial mengacu pada ketentuan Kementerian Sosial yang menetapkan satu wali asuh untuk setiap 10 anak.

Dengan ketentuan tersebut, penambahan jumlah siswa dan kelas akan mendorong kebutuhan tenaga pendidik serta pendamping baru. Langkah ini bertujuan menjaga kualitas pembelajaran sekaligus memastikan siswa memperoleh pendampingan yang memadai selama mengikuti program Sekolah Rakyat.

“Jadi kalau nanti kelasnya bertambah otomatis, wali asuh dan gurunya juga ikut bertambah,” jelas Eka.

Baca Juga :  Mahasiswa STTAL Kembangkan Prototipe Kapal Selam Kamikaze untuk Misi Sabotase Bawah Air