Blitar, insanimedia.id – DPRD Kota Blitar menguji kualitas beras bantuan kesejahteraan (Rastra) untuk memastikan bantuan yang diterima masyarakat memenuhi standar mutu. Komisi II mengambil sampel beras dari setiap Koperasi Merah Putih (KMP) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium sekaligus mengantisipasi keluhan yang muncul pada penyaluran tahap pertama.
Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo menjelaskan, pihaknya mengambil dua kilogram beras dari masing-masing KMP. Selain mengirimkan sampel ke laboratorium, DPRD juga berencana memasak beras tersebut untuk menilai kualitasnya saat dikonsumsi.
“Jadi kita tadi juga ngambil dua kilogram per KMP. Selain nanti kita akan uji labkan, kita juga akan coba masak,” ujar Yohan.
Yohan menerangkan, Peraturan Wali Kota (Perwali) terbaru mengatur kewajiban pemasok untuk menunjukkan sampel beras beserta hasil pengujian laboratorium. Pemasok harus memastikan beras bantuan masuk kategori medium dan memenuhi sejumlah indikator mutu, meliputi kadar air, derajat sosoh, persentase butir patah, serta butir menir.
“Jadi seharusnya nanti supplier di tiap-tiap KMP ini wajib hukumnya untuk menampilkan hasil lab-nya,” tegasnya.
Selain memeriksa mutu, DPRD menekankan kewajiban pemasok mengganti beras apabila keluarga penerima manfaat (KPM) mengeluhkan kualitasnya. Ketentuan tersebut diharapkan menjamin masyarakat memperoleh bantuan pangan yang layak dikonsumsi.
Yohan menilai kualitas beras pada penyaluran tahap kedua menunjukkan perbaikan dibandingkan distribusi sebelumnya. DPRD pun berharap peningkatan mutu itu dapat mencegah munculnya kembali keluhan dari penerima bantuan.
Sementara itu, pemerintah menjadwalkan penyaluran Rastra tahap kedua mulai 2 November 2026. Jadwal tersebut mundur dari rencana semula pada Oktober. Menurut Yohan, dinas terkait sebelumnya menjelaskan bahwa keterbatasan pasokan dan kenaikan harga beras menjadi kendala dalam pelaksanaan penyaluran.
DPRD memahami perubahan jadwal tersebut, tetapi tetap meminta pihak terkait mengutamakan kualitas beras sebelum menyalurkannya kepada masyarakat. Pemeriksaan sampel akan menjadi salah satu upaya untuk memastikan bantuan yang diterima warga sesuai dengan standar yang ditetapkan.
“Ya kita enggak apa-apalah molor, yang penting masalah mutu dan kualitas bagus,” pungkasnya.







