Rastrada Tahap Kedua Kota Blitar, Warga Diminta Periksa Beras Sebelum Dibawa Pulang

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemkot Blitar kembali menyalurkan bantuan beras sejahtera daerah (Rastrada) tahap kedua kepada masyarakat. Dalam penyaluran kali ini, pemerintah meminta seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) memeriksa kondisi dan kualitas beras secara langsung sebelum membawanya pulang.

Pemerintah menerapkan langkah tersebut agar warga bisa segera meminta penggantian apabila menemukan beras yang rusak atau tidak layak konsumsi. Dengan begitu, penerima tidak perlu menghadapi kesulitan ketika mengajukan komplain setelah meninggalkan lokasi pembagian.

Pj Sekda Kota Blitar, Tri Iman Prasetyo, menegaskan bahwa warga berhak meminta penggantian kepada toko mitra apabila menemukan beras dengan kondisi buruk, termasuk beras yang dipenuhi kutu.

“Kalau memang betul-betul rusak, kemudian kelihatan banyak kutunya, langsung nanti akan diganti oleh toko mitra,” ujar Tri.

Tri meminta penerima bantuan menyampaikan keluhan terkait kualitas beras saat proses penyaluran masih berlangsung. Menurutnya, petugas dan penyedia akan lebih mudah memeriksa serta memastikan kondisi beras apabila warga melaporkan temuan di lokasi.

Pada penyaluran Rastrada tahap kedua ini, Pemkot Blitar mencatat sebanyak 7.328 KPM sebagai penerima bantuan. Jumlah tersebut turun 73 orang dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 7.401 KPM.

Pemkot Blitar melakukan pengurangan berdasarkan hasil pemutakhiran data penerima. Beberapa penyebabnya meliputi penerima yang meninggal dunia tanpa ahli waris, tercatat memperoleh bantuan sosial ganda, serta warga yang sudah berpindah tempat tinggal.

Selain memperbarui jumlah penerima, pemerintah juga mengurangi satu toko mitra yang terlibat dalam distribusi bantuan kali ini.

Tri menjelaskan, penyaluran yang berlangsung saat ini hanya mencakup alokasi tahap kedua. Sementara itu, Pemkot Blitar menjadwalkan penyaluran tahap ketiga dan keempat pada pekan kedua Desember mendatang. Pemerintah akan menggabungkan kedua tahap tersebut untuk memenuhi alokasi bantuan selama enam bulan.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Kandang Bebek di Desa Ngaglik hingga Ludes, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

Di sisi lain, Tri mengakui proses distribusi Rastrada masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan stok beras di pasaran dan perubahan harga. Kondisi tersebut menyulitkan penyedia dalam memenuhi kebutuhan beras sesuai ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku.

“Stok berasnya masih sedikit, sehingga di pasaran harganya sudah tinggi. Sementara Pemerintah Kota harus mengikuti aturan pemerintah, harganya harus HET,” jelasnya.