Jalan Karanggedang-Wonosobo Kini Mulus, Kades Karangedang Purworejo Berharap Ekonomi Warga Meningkat

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Setelah bertahun-tahun mengalami kerusakan, jalan poros Desa Karanggedang, Kecamatan Bruno, yang menjadi akses penghubung Kabupaten Purworejo dengan Kabupaten Wonosobo kini mulai mulus. Perbaikan tersebut disambut gembira pemerintah desa dan masyarakat karena diharapkan mampu memperlancar mobilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

Kepala Desa Karanggedang, Kadikun, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya peningkatan jalan poros Karanggedang-Besuki. Apresiasi itu disampaikan saat Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, melakukan pengawasan pembangunan jalan di wilayah tersebut, Kamis (5/11/2026).

Kadikun mengatakan, pembangunan jalan tersebut menjawab harapan masyarakat yang sudah lama menginginkan akses transportasi yang layak. Terlebih, ruas jalan itu menjadi jalur penting yang menghubungkan Desa Karanggedang dengan Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo.

“Kami sangat berterima kasih karena wakil kami dari DPRD benar-benar menjalankan tugas dengan memperhatikan masyarakat yang membutuhkan akses jalan. Khususnya jalan poros Karanggedang-Besuki ini,” ungkap Kadikun.

Ia menilai, kondisi jalan yang semakin baik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memudahkan aktivitas sehari-hari, akses tersebut juga memperkuat hubungan ant wilayah sekaligus memperlancar kegiatan ekonomi antara Purworejo dan Wonosobo.

Bahkan, perbaikan jalan itu mampu memangkas waktu perjalanan secara signifikan. Sebelumnya, warga membutuhkan waktu hingga dua jam untuk menempuh perjalanan dari Karanggedang menuju Kota Wonosobo. Kini, perjalanan tersebut hanya memerlukan waktu sekitar satu jam.

“Dengan terbangunnya akses jalan ini, perjalanan menuju Kecamatan Wadaslintang maupun Kabupaten Wonosobo bisa lebih dekat. Yang tadinya dari Karanggedang ke Wonosobo mencapai dua jam, alhamdulillah sekarang bisa ditempuh satu jam sampai Kota Wonosobo,” jelasnya.

Kadikun menjelaskan, pembangunan terakhir di ruas jalan tersebut berlangsung pada 2014 melalui program PNPM. Sejak saat itu, pemerintah desa terus memperjuangkan perbaikan dengan menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Purworejo agar kerusakan jalan mendapat penanganan.

Baca Juga :  Pemkot Revitalisasi, Sumber Udel akan Dikelola Pihak Ketiga

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil secara bertahap. Pemerintah telah membangun sebagian ruas jalan pada 2023, kemudian melanjutkan peningkatan infrastruktur melalui tahap kedua pada 2026.

Kendati demikian, masih ada sejumlah bagian jalan yang membutuhkan pembangunan lanjutan hingga mencapai perbatasan Kabupaten Wonosobo. Oleh karena itu, Kadikun berharap pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran untuk menuntaskan seluruh ruas yang belum tersentuh perbaikan.

“Alhamdulillah, usulan yang kami sampaikan bisa terlaksana dengan baik meskipun secara bertahap. Dari tahun 2023 sudah terbangun, kemudian tahun 2026 ini kembali dibangun. Mudah-mudahan selanjutnya bisa dilanjutkan sampai selesai tuntas hingga perbatasan,” harapnya.

Kadikun juga berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan tahap berikutnya. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang lebih nyaman tanpa terkendala kondisi jalan rusak.

Selain mempercepat perjalanan, jalan yang memadai diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga di wilayah perbatasan Purworejo dan Wonosobo.