Jakarta, insanimedia.id – Wakil Ketua Umum PBNU Prof. Dr. Nizar, M.Ag. resmi melantik Arif Afandi sebagai Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar untuk memperkuat tata kelola pendidikan.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (8/6/2026). Momentum ini disaksikan langsung pengurus PBNU, PB LPTNU, hingga PCNU Kabupaten Blitar.
Pelantikan ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran LPTNU dalam menyatukan standardisasi manajemen perguruan tinggi. Langkah ini diambil guna merespons ketatnya persaingan global di sektor pendidikan tinggi.
Data internal LPTNU menunjukkan modernisasi tata kelola menjadi urgensi utama bagi ratusan kampus NU. Langkah akselerasi ini diawali dengan menata kepemimpinan lembaga penyelenggara di tingkat daerah.
Menariknya, agenda pelantikan di lantai 8 ini dilaksanakan secara kolektif bersama lima institusi pendidikan keagamaan dan teknologi NU lainnya demi mendorong efisiensi koordinasi tingkat pusat.
Institusi yang dilantik bersamaan meliputi BPP UNU Kalimantan Selatan, BPP Institut Teknologi dan Sains (ITS) NU Jambi, serta BPP UNU Purwokerto yang kini resmi memiliki manajemen baru.
Tidak hanya tingkat badan penyelenggara, PBNU juga melantik pimpinan akademis strategis, yaitu Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) NU Purworejo dan Rektor ITS NU Kalimantan pada hari yang sama.
Langkah pelantikan serentak ini merefleksikan implementasi jurnalisme data perguruan tinggi NU. PBNU kini mengonsolidasikan ratusan kampus di bawah koordinasi LPTNU demi memastikan tercapainya akreditasi unggul.
Berdasarkan peta jalan pendidikan PBNU, penataan BPP menjadi instrumen vital. Badan pelaksana ini berfungsi menjembatani kebijakan ulama struktural dengan pengelolaan finansial serta akademis universitas secara profesional.
Pascapelantikan, Arif Afandi bersama jajaran pengurus baru mengemban misi besar. Mereka ditargetkan membawa UNU Blitar bertransformasi menjadi pusat keunggulan riset yang inklusif di wilayah Jawa Timur.
Sinergi intensif antara pengelola pusat, PCNU Kabupaten Blitar, dan rektorat lokal akan menjadi kunci utama. Kerja sama ini penting untuk mengeksekusi program strategis dalam waktu dekat.
Integrasi data dan transparansi keuangan menjadi dua poin utama yang ditekankan dalam sumpah jabatan. PBNU berharap manajemen baru mampu memitigasi risiko tata kelola di era digital.
Melalui penguatan struktur BPP ini, PBNU optimis iklim akademis di daerah semakin kompetitif. Kampus NU diharapkan tidak sekadar mencetak sarjana, melainkan melahirkan inovator masa depan bangsa.







