Blitar, insanimedia.id– Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar memastikan SD Negeri 3 Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, telah masuk dalam daftar usulan revitalisasi sekolah tahun 2026. Kepastian itu disampaikan setelah kondisi sekolah tersebut viral di media sosial karena dinilai memiliki keterbatasan ruang belajar.
Video yang diunggah kreator konten Mahira Diffa Rahma melalui akun Instagram pribadinya memperlihatkan aktivitas belajar di SDN 3 Sumbersih yang hanya menggunakan tiga ruang kelas untuk enam tingkat pendidikan. Dalam unggahan tersebut juga disebutkan bahwa pihak sekolah telah tiga kali mengajukan proposal perbaikan, namun belum memperoleh realisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, mengatakan pihaknya telah menelusuri informasi mengenai pengajuan proposal tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dinas Pendidikan tidak menemukan adanya proposal perbaikan yang pernah diterima dari SDN 3 Sumbersih.
“Seperti informasi yang katanya pernah mengirimkan proposal itu, kami cek. Ternyata tidak pernah ada proposal masuk,” ujar Agus.
Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut. SDN 3 Sumbersih telah diusulkan mengikuti program revitalisasi sekolah yang didanai pemerintah pusat. Tahun ini, Kabupaten Blitar memperoleh alokasi revitalisasi untuk 135 sekolah, dengan penentuan usulan disesuaikan berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.
Agus juga menjelaskan bahwa jumlah ruang kelas di SDN 3 Sumbersih telah disesuaikan dengan jumlah peserta didik. Menurutnya, sekolah tersebut tergolong sekolah berukuran kecil sehingga penggunaan tiga ruang kelas masih dianggap memadai dan efisien untuk mendukung proses pembelajaran.
“Memang itu sekolah kecil. Kalau sekolah kecil memang ada tiga ruangan. Kalau terlalu banyak ruangan juga tidak efisien. Jadi disesuaikan dengan kebutuhan murid,” katanya.
Melalui program revitalisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap sarana dan prasarana SDN 3 Sumbersih dapat ditingkatkan sehingga kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan kualitas layanan pendidikan bagi siswa semakin baik.






