ICCN Angkat Pasar Papringan Minggirsari, Blitar Jadi Museum Hidup, Angkat Pangan dan Budaya Lokal

Penulis : Rizma NA

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, mengembangkan Pasar Papringan sebagai living museum atau museum hidup berbasis desa kreatif. Pengembangan ini menjadi bagian dari program Nusantara Living Museum yang diinisiasi Indonesia Creative Cities Network (ICCN).

Ketua ICCN Jawa Timur, Muhammad Anwar, menilai Desa Minggirsari berhasil menunjukkan praktik baik dalam pengembangan desa kreatif. Masyarakat setempat mampu menjaga kedaulatan pangan, merawat tradisi gotong royong, memperkuat kerukunan melalui semangat guyub seduluran, serta melestarikan lingkungan di kawasan Sungai Brantas.

Anwar berharap koordinasi dan pengembangan program di Kabupaten Blitar dapat berlanjut hingga tingkat nasional. Dengan demikian, berbagai praktik baik yang tumbuh di Desa Minggirsari bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain. Hingga kini, program Nusantara Living Museum telah menjangkau 14 lokasi di Indonesia.

Bupati Blitar Rijanto menyambut positif masuknya Desa Minggirsari dalam jaringan living museum. Ia menilai program tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengoptimalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata daerah.

Pasar Papringan Minggirsari tumbuh dari inisiatif warga yang menata kawasan di tepi Sungai Brantas. Sebelumnya, kawasan tersebut belum terkelola secara optimal. Melalui kreativitas masyarakat, dukungan penggerak PKK, serta partisipasi karang taruna yang banyak melibatkan anak muda, warga mengubah kawasan itu menjadi destinasi wisata kuliner tradisional bernama “Keliban” atau Kali Ban.

Kini, Pasar Papringan Minggirsari menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan aneka kuliner tradisional kepada pengunjung. Pasar tersebut buka dua kali setiap bulan, yakni pada minggu pertama dan ketiga.

Pengunjung dapat menikmati berbagai jajanan dan makanan khas, mulai dari klepon, jada, cucur, grontol, hingga nasi pecel punten yang menjadi salah satu kuliner khas Blitar.

Baca Juga :  Bupati Purworejo : Kedai Kopi Wetan Kalen Harus Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong

Pengembangan Pasar Papringan sebagai museum hidup tidak hanya memperkuat daya tarik wisata desa, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi, mengenalkan warisan kuliner, dan mempertahankan nilai kebersamaan. Melalui program Nusantara Living Museum, Minggirsari berpeluang memperluas pengenalan budaya lokal sekaligus memperkuat identitas desa kreatif.