Pemkab Purworejo Perkuat Pelaksanaan Program MBG, Perkuat Sinergi dan Dorong Ekonomi Lokal

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat kerja sama antarinstansi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program prioritas pemerintah pusat tersebut.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menghadiri kegiatan itu bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan pelaksana, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Purworejo, Nurhuda, menyampaikan bahwa rakor tersebut menjadi sarana untuk meninjau hasil pelaksanaan Program MBG, memetakan berbagai hambatan yang muncul di lapangan, dan menyusun langkah penyelesaian guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Melalui rakor ini kita dapat mengevaluasi berbagai capaian, mengidentifikasi masalah yang muncul, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi menegaskan bahwa seluruh pihak perlu memberikan dukungan penuh agar program unggulan Presiden Republik Indonesia tersebut dapat berjalan sukses. Ia menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Program ini memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian. Kita ingin memastikan para peternak lokal tidak gulung tikar, bahkan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk program ini,” kata Dion.

Dion meminta pengelola dapur dan yayasan SPPG memprioritaskan penggunaan produk lokal Purworejo, terutama telur yang wajib tersedia dalam menu MBG setiap pekan. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu menyerap kelebihan produksi telur dari peternak lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap setiap minggu ada menu telur dan pengadaannya berasal dari Purworejo. Dengan demikian, perekonomian lokal ikut bergerak dan masyarakat bisa merasakan dampak positif program ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Kejari Kabupaten Blitar, Naikkan Status Dugaan Korupsi di BUMD di Kabupaten Blitar dari Penyelidikan ke Penyidikan

Selain mendorong pemanfaatan produk lokal, Dion juga meminta seluruh pengelola dapur menjaga standar kebersihan dan sanitasi. Ia menekankan agar dapur yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan segera melakukan pembenahan untuk menjamin mutu dan keamanan makanan.

“Kita harus bergotong royong agar program ini benar-benar memberikan manfaat yang berkualitas bagi masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Purworejo Yuli Hastuti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh pihak agar dapat terlaksana dengan baik.

Yuli menyatakan bahwa kehadiran dirinya bersama Wakil Bupati dalam rakor tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mendukung keberhasilan program nasional itu.

“Program ini harus berjalan tertib, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Kepuasan penerima manfaat harus menjadi perhatian utama sehingga setiap kritik dan masukan dapat segera ditindaklanjuti untuk perbaikan,” ungkap Yuli.

Ia juga meminta seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan mempercepat penanganan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan program agar manfaat MBG dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.