Fenomena Gus Iqdam dan Majelis Sabilu Taubah mendobrak klasifikasi usang kaum santri dan abangan. Kehadiran jamaah “garangan” membuktikan bahwa dakwah inklusif dan ramah mampu merangkul kelompok marjinal, melahirkan identitas Islam hibrida di era digital.
Sosiologi Agama
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
