Nano, Pemuda Purworejo yang Mengabdi untuk ODGJ Tanpa Pamrih

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Di tengah terbatasnya akses layanan kesehatan mental di daerah, seorang pemuda di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial. Ia mengabdikan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi untuk membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) agar bisa pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.

Suripan Nuh Rohuwoh Yudohusodo atau Nano (25), warga Desa Brenggong, Kecamatan Purworejo, dikenal masyarakat sebagai sosok yang kerap membantu ODGJ. Ia menjalankan peran tersebut di sela aktivitasnya sebagai perangkat desa.

Warga dan aparat desa sering meminta bantuan Nano untuk menangani ODGJ yang meresahkan, baik yang berada di lingkungan permukiman maupun yang berkeliaran di jalan. Nano kemudian menangani mereka dengan pendekatan humanis dan penuh kesabaran.

Ia tidak hanya menenangkan, tetapi juga berupaya memulihkan kondisi mereka secara bertahap. Upaya tersebut membuahkan hasil, karena banyak pasien yang berhasil sembuh dan kembali ke keluarga. Meski demikian, dalam prosesnya, beberapa pasien sempat melarikan diri.

Nano tidak pernah meminta imbalan atas tindakannya. Ia justru menggunakan uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan pengobatan dan keseharian pasien.

“Saya cuma ingin mereka bisa kembali hidup normal, punya harapan, dan diterima lagi di masyarakat.”

Salah satu pasien yang kini tinggal bersamanya adalah Handoko (20). Setelah menjalani perawatan, Handoko mulai pulih dan kembali beraktivitas, seperti merawat kambing.

Dalam keseharian, Nano memperlakukan para ODGJ seperti teman. Ia mengajak mereka berbincang santai dan memberikan pijatan untuk membantu relaksasi. Pendekatan sederhana yang penuh empati tersebut menjadi kunci keberhasilannya.

“Alhamdulillah, banyak yang sembuh. Kami sangat terbantu dengan keberadaan Mas Nano.”

Nano berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sinergi dalam penanganan ODGJ. Ia juga ingin pasien yang telah sembuh memperoleh peluang kerja di sektor peternakan atau pertanian agar mereka bisa mandiri dan produktif.

Baca Juga :  Kejari Purworejo Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Gedung Serbaguna Desa Sawit, Kades dan Perangkat Rugikan Negara Rp300 Juta

Kisah Nano menunjukkan bahwa kepedulian dan ketulusan mampu menghadirkan perubahan nyata. Saat banyak orang memilih menjauh, ia justru hadir untuk merangkul dan memberi harapan bagi mereka yang terpinggirkan.