BLITAR, insanimedia.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar resmi menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah agenda akbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yaitu Jambore Nasional Perhutanan Sosial 2026. Kepastian ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Kediaman Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Blitar pada Selasa (19/05/2026).
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh jajaran Syuriah, Tanfidziyah, serta pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU Kabupaten Blitar guna membahas kesiapan teknis dan substansi acara.
Jambore nasional yang mengusung tema “Memperbesar Ruang Kesejahteraan Umat Pedesaan Hutan” ini dirancang sebagai ruang evaluasi kritis. Fokus utamanya adalah menelaah implementasi kebijakan Perhutanan Sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) di Pulau Jawa melalui kacamata Pasal 33 UUD 1945. Forum ini ditargetkan mampu memetakan hambatan ruang kelola rakyat langsung dari tingkat tapak (lapangan).
Ketua PCNU Kabupaten Blitar, K. Muqorrobin, menegaskan komitmen penuh struktur organisasi dalam mengawal agenda besar PBNU ini agar berdampak nyata bagi masyarakat lokal.
”PCNU Kabupaten Blitar menyatakan kesiapan penuh serta memberikan dukungan total dalam pelaksanaan kegiatan ini. Sebagai tuan rumah, kami bertanggung jawab memastikan forum ini melahirkan rekomendasi konkret untuk memperbesar ruang kesejahteraan ekonomi warga yang hidup di sekitar kawasan hutan,” ujar K. Muqorrobin saat memberikan arahan rapat, Selasa (19/05/2026).
Kesiapan dan Target Output
Secara teknis, konsolidasi ini mengintegrasikan struktur tiga pilar utama PCNU (Syuriah, Tanfidziyah, dan LPPNU) untuk merumuskan aspek penguatan kebijakan yang berpihak pada rakyat. Integrasi data lapangan menjadi kunci utama dalam penyusunan draf advokasi kelak.
Sekretaris PCNU Kabupaten Blitar, Akhsin Alfata, menambahkan bahwa rakor di ndalem ketua ini menjadi instrumen penting untuk mematangkan akomodasi dan peta jalan (roadmap) acara.
”Agenda nasional ini sangat fokus pada upaya mendesakkan perubahan kebijakan yang pro-rakyat serta mengawal implementasi praktisnya di lapangan. Melalui konsolidasi lintas lembaga dan lajnah ini, kami mematangkan kesiapan sosiologis maupun teknis demi menyambut ratusan delegasi dari berbagai daerah,” pungas Akhsin Alfata.
Melalui rute koordinasi ini, PCNU Blitar berharap Jambore Nasional 2026 tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan motor penggerak reforma agraria dan perhutanan sosial yang berkeadilan.







