Rumah Nenek Sumarni 93 Tahun Warga Kesamben, Blitar Diusulkan Dapat Bantuan RTLH

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah mengusulkan Mbah Sumarni, 93, warga Dusun Tegarejo, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, sebagai penerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melakukan survei kondisi rumah Mbah Sumarni pada Kamis, 13 Agustus 2026. Petugas melakukan pengecekan bersama Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan JSC UPT PSTW Blitar.

Pengawas Bangunan Gedung Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fikri Reskyansa Sasmita Nugraha, menjelaskan bagian depan rumah masih dalam kondisi layak. Sementara itu, bagian belakang hingga dapur membutuhkan perbaikan sehingga menjadi bagian yang diprioritaskan.

“Bagian depan rumah masih layak, sedangkan yang menjadi prioritas perbaikan adalah bagian belakang hingga dapur karena kondisinya memang membutuhkan renovasi,” kata Fikri.

Program renovasi tersebut mendapat dukungan dana dari Baznas sebesar Rp20 juta. Apabila kebutuhan anggaran nantinya mengalami kekurangan maupun kelebihan, pihak terkait akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Sosial.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Arif Ardiansah, mengatakan pihaknya telah memeriksa langsung kondisi Mbah Sumarni. Pemerintah juga memastikan warga lanjut usia tersebut telah memperoleh bantuan sosial.

Mbah Sumarni tinggal bersama lima anggota keluarga. Salah satunya Poyo, 64, anak Mbah Sumarni yang mengalami disabilitas fisik dan telah terbaring sekitar 25 tahun setelah mengalami kecelakaan akibat jatuh dari pohon.

Mbah Sumarni juga tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan PKH Plus. Untuk bantuan PKH Plus, ia menerima sebesar Rp500 ribu.

“Kemarin sudah kami cek, Bu Sumarni juga sudah mendapatkan bantuan,” ujar Arif.

Selain bantuan renovasi rumah, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur sebelumnya menawarkan layanan UPT PSTW Blitar bagi Poyo dan adik Mbah Sumarni, Suprihatin, 71. Namun, keluarga masih akan membahas dan mempertimbangkan tawaran tersebut sebelum mengambil keputusan.

Baca Juga :  Pekerja Proyek Jembatan Dawuhan 8 Bulan Tidak Dibayar, Keringat Mengering Gaji Garing