Kediri, insanimedia.id – DPD Partai Golkar Kota Kediri menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus melantik pengurus kecamatan, Jumat (21/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi tindak lanjut Musyawarah Daerah (Musda) tahun sebelumnya untuk memperkuat organisasi dan mesin partai hingga tingkat bawah.
Pengurus DPD Partai Golkar Kota Kediri menggelar agenda tersebut di Kantor DPD, Jalan Super Semar Nomor 43, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota. Sejumlah pengurus, kader, serta tokoh internal dan eksternal partai turut menghadiri kegiatan tersebut.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Kota Kediri turut hadir dalam Rakerda tersebut.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri Sudjono Teguh Wijaya mengapresiasi kehadiran Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufthi. Ia juga menyampaikan bahwa partai telah menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan mulai tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.
“Ini bagian dari tugas Musda tahun lalu untuk merealisasikan struktur hingga bawah. Per kecamatan kita ada kurang lebih 25 anggota, dan di desa juga ada sekitar 25 anggota. Jadi 25 dikali 46 desa atau kelurahan yang sudah terbentuk untuk bisa meraih suara Golkar Kota Kediri nanti,” terangnya.
Sudjono mengatakan, penguatan struktur dan konsolidasi organisasi menjadi modal partai untuk meningkatkan perolehan kursi DPRD Kota Kediri pada pemilu mendatang.
“Target kita nanti minimal 7 kursi, dari yang tadinya 5 kursi. Dan mudah-mudahan bisa minimal juga, atau maksimal itu jadi Ketua DPRD Kota Kediri,” tegasnya.
Ia menyebut Golkar Kota Kediri juga mendapat dukungan dari sejumlah kader potensial di tingkat Jawa Timur. Menurutnya, keberadaan Vinanda Prameswati dapat ikut membantu upaya partai meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Kediri.
“Insyaallah ada Vinanda Prameswati yang ikut juga akan membantu, karena beliaunya insyaallah juga jadi Bappilu Jawa Timur yang ke depan bisa mensukseskan Golkar lebih maju dan meningkatkan kursi di Dewan Kota Kediri,” tambahnya.
Dalam menghadapi dinamika politik ke depan, Golkar Kota Kediri memberikan perhatian terhadap pemilih muda dan keterwakilan perempuan. Partai mendorong regenerasi melalui badan otonom serta memperluas keterlibatan generasi muda dalam organisasi.
“Tantangannya ya itu tadi, Pak Ketua sudah sampaikan bahwa kita harus merangkul anak muda. Insyaallah kita sudah merangkul anak muda. Ketua AMPI kita yang baru juga usianya masih 20 tahun, mahasiswa tingkat dua. Selain anak muda, kita juga menyasar perempuan yang nantinya insyaallah minimal 30 sampai 40 persen diisi kaum Hawa,” jelasnya.
Sudjono menilai pengurus kecamatan memiliki posisi penting karena menjadi penghubung antara masyarakat, pengurus desa atau kelurahan, dan struktur partai di tingkat atas.
“Pengurus kecamatan itu sangat penting karena nanti membawahi banyak keluhan-keluhan. Dengan adanya kecamatan, bisa mengkoordinir aspirasi dari desa untuk disampaikan ke tingkat atas,” ungkapnya.
Selain memperkuat struktur internal, Golkar Kota Kediri juga menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kediri dalam sejumlah program sosial. Program tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui bedah rumah dan bantuan modal.
“Kita kolaborasi sama Pemerintah Kota Kediri. Ada program bedah rumah yang diadakan oleh Mbak Wali dan bantuan dari DPP yang bisa membantu masyarakat miskin. Yang kedua juga Bantuan Modal (Bamut), kita usahakan ke depan betul-betul menyasar warga yang layak mendapatkan,” paparnya.
Untuk menjaga konsolidasi organisasi tetap berjalan, DPD Golkar Kota Kediri menyiapkan pertemuan rutin dan pelatihan bagi pengurus di tingkat kecamatan serta desa atau kelurahan.
“Tiap minimal 3 bulan kita ada pertemuan untuk kecamatan. Untuk desa, paling tidak setahun minimal 2 sampai 4 kali pertemuan. Mesin partai kita panaskan tiap 2 sampai 3 bulan agar bisa menyasar kepentingan masyarakat yang bisa kita bantu. Program-program Mbak Wali seperti sekolah dan BPJS gratis total bisa terealisasi dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Timur Ali Mufthi menegaskan komitmen partai untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam struktur organisasi. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan kondisi bonus demografi yang dimiliki Indonesia.
“Seluruh struktur Golkar mulai dari DPP, provinsi, hingga kabupaten/kota diisi hampir 40% oleh anak muda. Di DPP Golkar, ketua umum hingga jajaran pimpinan usianya hampir di bawah saya anak-anak muda semua. Di Golkar Jawa Timur, hampir 50% diisi anak muda, dan kita instruksikan di seluruh kabupaten/kota agar minimal 40% struktur diisi anak muda,” ujarnya.
Penguatan struktur, regenerasi kader, serta konsolidasi rutin tersebut menjadi strategi Golkar Kota Kediri untuk memperluas basis dukungan masyarakat. Partai menargetkan seluruh mesin organisasi bergerak lebih aktif menghadapi agenda politik mendatang.







