Blitar, insanimedia.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Blitar mulai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar belum menganggap kondisi tersebut sebagai tanda berakhirnya musim kemarau. Petugas masih mengantisipasi kekeringan, khususnya di daerah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi menjelaskan, hujan yang turun belum tentu menjangkau seluruh wilayah secara merata. Selain itu, curah hujan dalam beberapa hari terakhir belum tentu mampu memulihkan sumber air yang menyusut akibat kemarau panjang.
“Turunnya hujan tentu menjadi perkembangan yang baik, tetapi kami tetap memantau kondisi di lapangan. Selama masih ada wilayah yang mengalami kesulitan air bersih, penanganan dan distribusi air harus tetap menjadi perhatian,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Kabupaten Blitar tetap menyalurkan air bersih ke daerah yang mengalami krisis air. Petugas juga memantau kondisi masyarakat dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa guna mengantisipasi dampak kekeringan yang masih berlanjut.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menginformasikan bahwa hujan di sejumlah daerah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, Probolinggo, dan sebagian Pasuruan, berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi serupa juga berlangsung di wilayah Malang dan sebagian Bondowoso.
Meski hujan mulai membasahi sejumlah wilayah, BPBD meminta masyarakat tetap menghemat penggunaan air bersih. Warga yang masih kesulitan memperoleh air juga diimbau segera melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait agar petugas dapat menindaklanjuti kebutuhan di lapangan.
BPBD Kabupaten Blitar akan terus memantau perkembangan cuaca dan ketersediaan air bersih. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan kekeringan tetap berjalan sesuai kebutuhan warga hingga kondisi benar-benar membaik.







