Gara-Gara Logo Kaos, Pelajar SMA di Sidoarjo Dikeroyok Pakai Sajam, Tiga Pelaku Ditangkap

Penulis : Putra

Insani Media

Sidoarjo, insanimedia.id – Aksi pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMA di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, viral di media sosial setelah terekam kamera CCTV. Sekelompok remaja menyerang korban menggunakan senjata tajam hanya karena korban mengenakan kaos bergambar logo kelompok pemuda tertentu.

Korban berinisial RAID (15), warga Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, mengalami pengeroyokan saat berbelanja di sebuah toko di kawasan Buduran. Sejumlah remaja yang tidak dikenal korban tiba-tiba mendatangi dan menyerangnya menggunakan senjata tajam.

Polisi langsung menindaklanjuti kasus tersebut setelah memperoleh rekaman CCTV yang merekam aksi kekerasan itu. Satres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo kemudian menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra mengungkapkan, ketiga pelaku berinisial RPA, FA, dan FEW. Mereka berasal dari wilayah Candi dan Kota Sidoarjo. Salah satu pelaku diketahui masih berusia di bawah umur.

“Modus operandi dari ketiga pelaku ini adalah melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban yang menggunakan atribut kelompok lain yang dianggap musuh,” jelas AKBP Bobby.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku menyerang korban karena mengenakan kaos bergambar logo kelompok anak muda yang mereka duga sebagai kelompok musuh. Perbedaan atribut tersebut diduga menjadi pemicu aksi kekerasan secara bersama-sama.

Selain menangkap ketiga terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti untuk mendukung proses penyidikan. Barang bukti tersebut meliputi satu bilah senjata tajam jenis celurit yang diduga digunakan dalam penyerangan serta pakaian yang dikenakan korban ketika kejadian berlangsung.

Saat ini, polisi menahan ketiga pelaku di sel tahanan Polresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik mendalami peran masing-masing pelaku dalam kasus pengeroyokan yang menyasar seorang pelajar tersebut.

Baca Juga :  ICMI Jawa Timur: Aspirasi Publik Harus Didengar, Hindari Anarkisme, dan Bela Sungkawa atas Wafatnya Affan Kurniawan