Berawal dari Mengajari Istri Mengaji, Lukman Kini Bina 100 Jemaah

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Kebumen, insanimedia.id – Berawal dari kebiasaan mengajarkan zikir kepada istri, Muhammad Lukman Malik Falsafah berhasil mengembangkan kegiatan keagamaan menjadi Majelis Taklim dan Zikir Husnul Khotimah di Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen. Setelah enam tahun berjalan, majelis tersebut kini memiliki lebih dari 100 jemaah.

Lukman merintis kegiatan tersebut pada 2020 dengan mengajak istrinya mengamalkan sejumlah zikir. Kegiatan sederhana itu kemudian menarik perhatian ibu mertuanya yang ikut bergabung. Seiring waktu, kegiatan tersebut semakin dikenal warga sekitar hingga banyak masyarakat tertarik mengikuti pengajian.

Majelis yang berlokasi di Dukuh Kemit RT 04 RW 01, Desa Grenggeng, itu kini menjadi wadah masyarakat untuk memperdalam ilmu agama. Kegiatan tersebut terutama membantu kaum ibu yang belum sempat belajar membaca Al-Qur’an ketika masih muda.

Majelis Taklim dan Zikir Husnul Khotimah memperingati milad keenam pada Jumat (30/10/2026). Pengurus menggelar sejumlah kegiatan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan majelis sekaligus mempererat tali persaudaraan antarjemaah.

Panitia mengawali peringatan dengan pembacaan Al-Qur’an 30 juz hingga khatam pada siang hari. Santri TPQ, anggota majelis, dan masyarakat setempat turut mengikuti kegiatan tersebut.

Pada malam hari, panitia melanjutkan acara dengan tasyakuran, pembacaan Maulid Al-Barzanji, pengajian, serta penampilan hadroh Ushbatul Musthofa. Panitia juga menayangkan film dokumenter yang merekam perjalanan majelis sejak awal berdiri hingga berkembang seperti sekarang.

Pengasuh Majelis Taklim Husnul Khotimah, Muhammad Lukman Malik Falsafah, mengaku bersyukur melihat perubahan kemampuan para jemaah, terutama dalam membaca Al-Qur’an.

Ia menjelaskan, sebagian jemaah sebelumnya belum mampu membaca Al-Qur’an. Bahkan, beberapa di antaranya merasa minder untuk belajar karena menganggap usia mereka sudah terlalu tua.

“Banyak ibu-ibu di sini yang dulu masa mudanya belum sempat mengaji. Ada juga yang belum bisa membaca Al-Qur’an dan malu belajar karena sudah tua. Alhamdulillah, dengan adanya majelis ini mereka bisa bergabung dan belajar bersama,” ungkap Lukman.

Baca Juga :  Trah Tani Terancam Putus, Anak Muda Diajak Kembali ke Lahan Garap Pertanian

Untuk memenuhi kebutuhan belajar jemaah, pengurus menyelenggarakan pembelajaran membaca dan menulis Al-Qur’an dengan metode Yanbu’a. Majelis juga mengadakan mujahadah setiap malam Jumat, pengajian kitab, ziarah bersama, serta kunjungan silaturahmi ke majelis taklim lainnya.

Lukman menjelaskan, nama Husnul Khotimah mengandung harapan agar kegiatan mengaji dan berzikir dapat menjadi ikhtiar para jemaah untuk memperoleh akhir kehidupan yang baik.

Pertumbuhan jumlah anggota hingga melampaui 100 orang menjadi pencapaian yang tidak pernah dibayangkan Lukman saat pertama kali merintis majelis. Para jemaah kini tidak hanya berasal dari Desa Grenggeng, tetapi juga dari Desa Pangkumbang, Panjatan, dan sejumlah wilayah lain di Kecamatan Karanganyar.

Sebelum memulai kegiatan dakwah di Grenggeng, Lukman telah menempuh pendidikan agama selama sembilan tahun di Madrasah Diniyah Purwokerto. Ia kemudian memperdalam ilmu agama dengan berguru kepada Sayyid Alwi Iskandar di Karawang selama empat tahun.

Lukman menerapkan ilmu dan amalan yang diperolehnya selama menuntut ilmu tersebut melalui kegiatan pengajian dan zikir bersama masyarakat.

Ke depan, ia ingin menjaga keberlangsungan majelis agar terus berkembang dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya. Ia juga bercita-cita mendirikan lembaga pendidikan Islam hingga pondok pesantren untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mempelajari agama.

“Harapan saya, majelis ini tidak hanya sampai enam atau tujuh tahun, tetapi bisa terus berjalan seterusnya dan ada yang meneruskan. Mudah-mudahan nantinya bisa berdiri lembaga pendidikan yang mewadahi banyak orang, khususnya mereka yang dulu semasa muda belum sempat mengaji, kemudian berkembang menjadi pondok pesantren,” harapnya.

Lukman menegaskan, Majelis Taklim dan Zikir Husnul Khotimah terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan dan kelompok usia yang ingin belajar mengaji. Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat memperkuat kehidupan religius di lingkungan masyarakat sekaligus memberi kesempatan kepada siapa pun untuk mendalami ilmu agama tanpa terkendala usia.